Ornamen Masjid Agung Dikritik

1440
RENOVASI DIPROTES : Ornamen telah dipasang di pintu Masjid Agung Kota Tegal yang sedang dalam tahap renovasi. (K. ANAM SYAHMADANI/JPNN)
RENOVASI DIPROTES : Ornamen telah dipasang di pintu Masjid Agung Kota Tegal yang sedang dalam tahap renovasi. (K. ANAM SYAHMADANI/JPNN)
RENOVASI DIPROTES : Ornamen telah dipasang di pintu Masjid Agung Kota Tegal yang sedang dalam tahap renovasi. (K. ANAM SYAHMADANI/JPNN)
RENOVASI DIPROTES : Ornamen telah dipasang di pintu Masjid Agung Kota Tegal yang sedang dalam tahap renovasi. (K. ANAM SYAHMADANI/JPNN)

TEGAL – Renovasi Masjid Agung Kota Tegal dengan dana sekitar Rp 10 miliar tidak lepas dari kritik Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tegal. Kalangan parlemen menilai, ornamen di pintu masjid yang berada di kompleks Alun-Alun Kota Tegal itu tidak lazim. Sebab, ornamen yang menggunakan swastika tersebut bentuknya tidak seperti biasanya, yakni segi delapan atau bintang segi lima.

Karena itu, pengelola Masjid Agung Kota Tegal disarankan untuk meminta rekanan yang mengerjakan renovasi segera menggantinya. “Mumpung renovasi belum rampung, sebaiknya ornamen tersebut diganti dengan yang bernafaskan Islam atau kaligrafi,” usul Sekretaris Komisi III DPRD Kota Tegal Rofii Ali, Sabtu (2/1).

Dia mengemukakan, sebagai tempat ibadah umat Islam, ornamen di pintu gerbang Masjid Agung Kota Tegal alangkah baiknya dibuat dengan menyesuaikan nilai-nilai Islam. Renovasi Masjid Agung Kota Tegal yang dijadwalkan rampung 5 Desember sendiri dipastikan molor.