Makam Sunan Kalijaga Masih Jadi Magnet

599
WISATA RELIGI: Terminal wisata religi Kadilangu setiap hari dipenuhi bus peziarah. (Wahib Pribadi/Jawa Pos Radar Semarang)
WISATA RELIGI: Terminal wisata religi Kadilangu setiap hari dipenuhi bus peziarah. (Wahib Pribadi/Jawa Pos Radar Semarang)
WISATA RELIGI: Terminal wisata religi Kadilangu setiap hari dipenuhi bus peziarah. (Wahib Pribadi/Jawa Pos Radar Semarang)
WISATA RELIGI: Terminal wisata religi Kadilangu setiap hari dipenuhi bus peziarah. (Wahib Pribadi/Jawa Pos Radar Semarang)

DEMAK-Wisata religi Kadilangu hingga kini masih menjadi magnet bagi para peziarah. Bila pada hari-hari biasa, kunjungan peziarah yang menggunakn kendaraan bus wisata rata-rata mencapai 20 bus perhari. Namun, dalam suasana liburan panjang seperti liburan sekolah dan menjelang tahun baru lalu, kedatangan peziarah dengan transportasi bus meningkat tajam. Sehari bisa mencapai 50 bus.

Setiap bus penumpangnya bervariasi. Ada yang 20 orang peziarah, 30, 45 hingga 50 penumpang. Petugas pos induk Kadilangu, R Suko Hendrawan menuturkan, saat liburan sekolah dan akhir pekan kedatangan bus yang memuat para peziarah ke Makam Sunan Kalijaga memang mengalami peningkatan. “Mereka datang dari berbagai daerah di Indonesia,” katanya saat ditemui dipos penarikan retribusi Kadilangu, kemarin.

Dalam ketentuan yang berlaku, setiap bus besar dikenai retribusi sebesar Rp 61 ribu. Sedangkan, untuk bus ukuran sedang (tiga perempat) ditarik retribusi sebesar Rp 30 ribu. Kemudian, untuk bus mikro sebesar Rp 15 ribu serta mobil pribadi sebesar Rp 5 ribu. “Kalau untuk kendaraan pribadi memang tidak semua ditarik,” ujarnya.