Muhammad Ngainirrichard. (dok)

SEMARANG – DPRD Jateng mendesak pemprov untuk menggenjot pembangunan jalan tol yang melintas di provinsi ini. Kebutuhan infrastruktur ini sudah sangat mendesak untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Selain itu, tol merupakan program nasional yang digagas untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Wakil Ketua DPRD Jateng, Fery Wawan Cahyono mengatakan, keberadaan jalan tol sudah sangat mendesak. Jika infrastruktur bagus dan menyambung jelas bakal memperbaiki perekonomian di Jateng. ”Jika memang ada masalah pembebasan lahan, harus segera dicarikan solusi. Ini sangat mendesak,” katanya, kemarin.

Terkait infrastruktur, Jateng masih kalah jauh dibandingkan Jatim atau Jabar. Padahal sebagai daerah di tengah-tengah, mestinya harus bisa lebih berkembang. Apalagi Jateng merupakan jalur perlintasan utama di Jawa. ”Harus cepat digenjot pengerjaannya. Masak kalah dengan daerah lain,” ujarnya.

Selama ini persoalan yang dihadapi Jateng selalu terkait dengan pembebasan lahan. Pembangunan tol Bawen-Salatiga misalnya belum bisa rampung karena alotnya pembebasan lahan. Untuk itulah, Pemprov Jateng dan Pemkab Semarang harus bergerak cepat menyelesaikan permasalahan tersebut. ”Pembebasan lahan proyek pembangunan jalan tol Bawen-Salatiga harus cepat dirampungkan, agar bisa segera dimulai fisiknya,” tambahnya.

Ferry juga meminta pemprov menjamin ketersediaan material pembangunan jalan tol. Perizinan galian C juga diminta dibuka karena kebutuhan material untuk pembangunan infrastruktur jalan saat ini sedang tinggi. ”Aturannya harus diperjelas, jika semua dibatasi dan tidak ada material jelas memengaruhi pembangunan,” tambahnya.

Ketua DPRD Jateng Rukma Setyabudi mengaku siap untuk membantu pembebasan lahan tol. Sebab ini merupakan proyek nasional yang diyakini bisa meningkatkan perekonomian masyarakat khususnya di Jateng. ”Ya harus dipercepat. Karena sudah berganti tahun,” katanya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Jateng, Sri Puryono mengaku terlah berupaya keras untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Bersama dengan pemerintah daerah berbagai cara dilakukan agar bisa secepatnya merealisasikan pembangunan jalan tol. ”Tidak hanya tol Semarang-Solo, tapi juga ruas tol Batang-Semarang. Pembebasan lahan pembangunan jalan tol Batang-Semarang selesai Maret 2016. Sebab, 2018 semua jalan tol di Jateng diharapkan sudah bisa tersambung,” katanya. (fth/ric/ce1)