BENCANA TAHUNAN: Pengendara motor melintas di Jalan Barito Utara yang tergenang air setelah hujan lebat. Ancaman bencana banjir masih mengancam Jateng di musim penghujan ini. (Adityo Dwi/Jawa Pos Radar Semarang)
BENCANA TAHUNAN: Pengendara motor melintas di Jalan Barito Utara yang tergenang air setelah hujan lebat. Ancaman bencana banjir masih mengancam Jateng di musim penghujan ini. (Adityo Dwi/Jawa Pos Radar Semarang)
BENCANA TAHUNAN: Pengendara motor melintas di Jalan Barito Utara yang tergenang air setelah hujan lebat. Ancaman bencana banjir masih mengancam Jateng di musim penghujan ini. (Adityo Dwi/Jawa Pos Radar Semarang)
BENCANA TAHUNAN: Pengendara motor melintas di Jalan Barito Utara yang tergenang air setelah hujan lebat. Ancaman bencana banjir masih mengancam Jateng di musim penghujan ini. (Adityo Dwi/Jawa Pos Radar Semarang)

SEMARANG – Memasuki musim penghujan, sejumlah sungai di Jateng terus dinormalisasi. Selain itu, prasarana pengendali banjir juga dibangun kembali. Meski ada dampak El Nino yang cukup kuat, musim hujan tahun ini diperkirakan hanya akan berlangsung pendek hingga bulan Maret nanti.

Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Jateng Prasetyo Budie Yuwono mengatakan saat ini pihaknya telah melakukan perbaikan dan pembangunan kembali prasarana pengendali banjir yang rusak maupun jebol. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi bencana banjir di sejumlah wilayah rawan. ”Selain itu, normalisasi sejumlah sungai juga terus dilakukan,” katanya.

Sejumlah sungai yang dinormalisasi di antaranya Sungai Cisangguni di Brebes, Cacaban di Kabupaten Tegal, Kali Kendal di Kendal, Kali Wulan di Demak dan Kudus, Sungai Bengawan Solo, Kali Wungkung di Sragen, serta Kali Pepe di Solo–Boyolali. Selan itu juga kali di Kebumen, Purworejo, Cilacap, dan Banyumas. Pihaknya juga melakukan pembangunan Waduk Logung di Kudus.