Pedagang Johar Keluhkan Luas Lapak

Jelang Boyongan ke Pasar Johar MAJT

178
DIKEBUT: Sejumlah pekerja tengah memasang lampu penerangan pasar penampungan pedagang Johar di kawasan Masjid Agung Jateng, kemarin. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DIKEBUT: Sejumlah pekerja tengah memasang lampu penerangan pasar penampungan pedagang Johar di kawasan Masjid Agung Jateng, kemarin. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DIKEBUT: Sejumlah pekerja tengah memasang lampu penerangan pasar penampungan pedagang Johar di kawasan Masjid Agung Jateng, kemarin. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DIKEBUT: Sejumlah pekerja tengah memasang lampu penerangan pasar penampungan pedagang Johar di kawasan Masjid Agung Jateng, kemarin. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Sejumlah pedagang Pasar Johar yang tertimpa musibah kebakaran beberapa waktu lalu saat ini mulai melakukan pemantauan lokasi penampungan sementara yang berada di area kawasan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT). Hal ini menyusul segera dilakukannya pengundian lapak pada pertengahan Januari mendatang.

Wilarjo, salah satu pedagang yang ditemui di lokasi mengakui, jika lapak yang disediakan memang bagus. Akan tetapi, hanya cocok digunakan untuk jualan daging dan ikan. Sementara untuk jualan dagangan lainnya masih belum representatif. ”Kalau seperti ini, pagi datang dan sore pulang (dagangan) dibawa kembali. Karena kalau tetap ditinggal, belum tahu jaminan keamanannya,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Jumat (1/1).

Ia juga menyayangkan luas masing-masing lapak yang hanya sekitar 4×2 meter persegi. Menurut dia, luasan tersebut tidak cukup bagi para penjual yang memiliki barang dagangan dengan jumlah yang besar. Belum lagi, ia sempat mendengar beberapa penjual nantinya bahkan hanya mendapat 2×2 meter persegi. ”Dibandingkan dengan yang di sana (Pasar Johar) luas lapak mencapai 8 meter,” imbuhnya.