542 Curanmor, Baru Terungkap 97 Kasus

175

”Curanmor masih menjadi kasus paling menonjol di antara sekian kasus kriminalitas yang terjadi di Kota Semarang.”

Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Burhanudin

BARUSARI – Pencurian kendaraan bermotor (curanmor) masih menjadi kejahatan paling diwaspadai di Kota Semarang. Tercatat, selama 2015 terjadi sebanyak 542 kasus curanmor. Dari jumlah tersebut, baru terungkap sebanyak 97 kasus.

Para pelaku curanmor rata-rata melakukan aksinya secara cepat. Bahkan bisa beraksi dalam hitungan detik. Modus yang dilakukan kebanyakan menggunakan kunci rakitan berbentuk letter T dan letter Y. Sedangkan wilayah sasarannya mulai dari lokasi parkir liar di pinggir jalan, perumahan, hingga kos-kosan. ”Curanmor masih menjadi kasus paling menonjol di antara sekian kasus kriminalitas yang terjadi di Kota Semarang,” kata Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Burhanudin, kemarin.

Hal itu diketahui berdasarkan catatan Analisis dan Evaluasi (Anev) di Polrestabes Semarang. Kejahatan curanmor menempati urutan tertinggi sepanjang 2015. Tercatat sebanyak 542 kasus curanmor, disusul Curat (Pencurian dengan Pemberatan) sebanyak 455 kasus, kemudian kasus penggelapan dengan 350 kasus.

Namun demikian, Burhanudin mengatakan, tren kasus curanmor mengalami penurunan dibanding 2014. Sebab, sepanjang 2014 lalu terjadi sebanyak 633 kasus, 110 kasus di antaranya bisa terungkap. Sedangkan untuk 2015, terjadi sebanyak 542 kasus, sebanyak 97 kasus terselesaikan. ”Mengalami penurunan sebanyak 0,8 persen,” katanya.

Berdasarkan angka tersebut, lanjut Burhanudin, terjadi peningkatan dalam hal penyelesaian kasus curanmor, atau naik kurang lebih 0,5 persen. Burhanudin menerangkan, curanmor merupakan jenis kejahatan konvensional yang angka kejadiannya masih terbilang tinggi.

Salah satu kendala yang menyulitkan oleh pihak kepolisian, lanjut Burhanudin, adalah para pelaku rata-rata ’menyembelih’ atau mempreteli onderdil motor hasil curian dan dijual secara eceran. ”Mereka mempereteli onderdil. Misalnya velg, gir, maupun onderdil lain dijual secara terpisah,” katanya. (amu/zal/ce1)