PESTA TAHUN BARU: Gubernur Jateng Ganjar Pranowo bersama Pj Wali Kota Semarang Tavip Supriyanto saat meluncurkan Revitalisasi Kota Lama Semarang di sela-sela perayaan malam tahun baru di Titik Nol Kilometer, Kamis (31/12) malam. (Nur Chamim/Jawa Pos Radar Semarang)
PESTA TAHUN BARU: Gubernur Jateng Ganjar Pranowo bersama Pj Wali Kota Semarang Tavip Supriyanto saat meluncurkan Revitalisasi Kota Lama Semarang di sela-sela perayaan malam tahun baru di Titik Nol Kilometer, Kamis (31/12) malam. (Nur Chamim/Jawa Pos Radar Semarang)
PESTA TAHUN BARU: Gubernur Jateng Ganjar Pranowo bersama Pj Wali Kota Semarang Tavip Supriyanto saat meluncurkan Revitalisasi Kota Lama Semarang di sela-sela perayaan malam tahun baru di Titik Nol Kilometer, Kamis (31/12) malam. (Nur Chamim/Jawa Pos Radar Semarang)
PESTA TAHUN BARU: Gubernur Jateng Ganjar Pranowo bersama Pj Wali Kota Semarang Tavip Supriyanto saat meluncurkan Revitalisasi Kota Lama Semarang di sela-sela perayaan malam tahun baru di Titik Nol Kilometer, Kamis (31/12) malam. (Nur Chamim/Jawa Pos Radar Semarang)

SEMARANG – Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mencanangkan kawasan Kota Lama menjadi destinasi wisata heritage dunia. Obsesi ini bukan sekadar retorika. Sebab, kawasan yang kerap disebut little Netherland ini bisa dibilang tempat yang langka di dunia. Hal itu dikatakan Ganjar ketika meluncurkan Revitalisasi Kota Lama Semarang di sela-sela perayaan malam tahun baru di Titik Nol Kilometer, Kamis (31/12) malam.

”Pembenahan akan melibatkan seluruh pemilik gedung, termasuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Beberapa waktu lalu, saya bertemu jajaran direksi dan Bu Menteri BUMN,” katanya.

Dari hasil pertemuan itu, semuanya memberikan support untuk merevitalisasi area Kota Lama sebagai destinasi wisata unggulan. Mulai dari penataan kawasan, pengidentifikasian kepemilikan, dan perencanaan wilayah. Untuk perencanaan per wilayah, sekarang sudah dibuat sektor-sektornya. ”Paling tidak ada tiga sektor pertama yang akan diperbaiki,” ucapnya.

Jika sudah jalan, Ganjar berharap, akan makin banyak wisatawan yang berduyun-duyun datang ke Jateng. Terlebih, 2017 mendatang, Bandara Ahmad Yani Semarang sudah bisa digunakan untuk pendaratan pesawat berbadan lebar. Artinya, rute penerbangan ke negara-negara lain juga bertambah.