Manfaatkan Karikatur sebagai Media Pembelajaran

Lebih Dekat dengan Abdul Arif, Kartunis Muda Semarang

555
INSPIRATIF: Abdul Arif (kiri) saat menggambar karikatur wajah pelanggannya di arena car free day (CFD) Jalan Pahlawan Semarang. (DOKUMEN PRIBADI)
INSPIRATIF: Abdul Arif (kiri) saat menggambar karikatur wajah pelanggannya di arena car free day (CFD) Jalan Pahlawan Semarang. (DOKUMEN PRIBADI)
INSPIRATIF: Abdul Arif (kiri) saat menggambar karikatur wajah pelanggannya di arena car free day (CFD) Jalan Pahlawan Semarang. (DOKUMEN PRIBADI)
INSPIRATIF: Abdul Arif (kiri) saat menggambar karikatur wajah pelanggannya di arena car free day (CFD) Jalan Pahlawan Semarang. (DOKUMEN PRIBADI)

Tidak banyak anak muda yang memiliki jiwa seni tinggi. Terlebih, jika kemampuan itu digunakan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di dalam negeri. Seperti yang dilakukan Abdul Arif melalui karikatur yang sedang digeluti. Seperti apa?

AHMAD FAISHOL

NAMA Abdul Arif mungkin belum begitu populer dibandingkan dengan kartunis seperti Jitet Koestana, Abdullah Ibnu Thalhah, dan lain sebagainya. Akan tetapi, dengan kerja keras disertai kemauan yang tinggi, hasil karya anak muda ini layak disandingkan dengan karya-karya para kartunis senior tersebut.

”Awal mula menekuni dunia karikatur sejak 2010 lalu. Waktu itu masih kuliah semester 5 di UIN (Universitas Islam Negeri) Walisongo Semarang. Kebetulan saat itu mengemban tugas sebagai ilustrator di tabloid pers kampus SKM Amanat,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Sejak saat itu, ia mulai belajar menggambar secara otodidak. Yakni, dengan cara meniru gambar-gambar yang dibuat oleh para kartunis profesional di beberapa media. Hingga akhirnya beberapa bulan kemudian menemukan komunitas yang cocok dengannya. Yakni, Semarang Cartoon Club (Secac) yang di dalamnya bergabung para kartunis profesional.