SEMARANG – PT Jasa Marga Cabang Semarang menyiapkan recehan Rp 500 sebanyak Rp 10 juta yang disebar di empat gerbang tol. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi mengularnya kemacetan yang terjadi di gerbang tol saat arus balik liburan Natal-tahun baru, 2 Januari 2016 besok.

Deputy General Manager Jasa Marga Semarang Thomas Dwiatmanto menjelaskan, dari Rp 10 juta itu, Rp 3 juta akan dialokasikan masing-masing untuk Gerbang Tol Manyaran dan Tembalang, serta Rp 2 juta untuk Gerbang Tol Muktiharjo dan Gayamsari. “Jika dilihat dari arus lalu lintasnya, Gerbang Tol Manyaran dan Tembalang memang lebih banyak dari Muktiharjo dan Gayamsari,” ucapnya, kemarin.

Seperti diketahui, tarif tol untuk golongan 1 mengalami kenaikan harga dari Rp 2 ribu menjadi Rp 2.500. Jika pengemudi tidak menyiapkan pecahan Rp 500, pembayaran di gerbang tol akan memakan waktu. “Kalau tidak membayar dengan uang pas, transaksi akan memakan waktu sedikit lebih lama,” tegasnya.

Thomas memprediksi, puncak arus balik liburan akan terjadi pada 2 Januari mendatang. Jumlah kendaraan yang melintas di ruas jalan tol, diperkirakan naik sekitar 10 persen dari lalu lintas normal di Bulan November, yaitu 134.355 per hari. Angka itu meningkat dari awal tahun 2015 silam yang hanya 147.350 kendaraan.

Selain menyiapkan recehan Rp 500, pihaknya juga memanfaatkan jalur Gerbang Tol Otomatis (GTO). Jika kemacetan sudah mengular lebih dari 1 km, GTO akan dibuat manual. Pengemudi akan arahkan untuk masuk ke GTO meski tidak punya kartu e-tol. Nanti, akan ada petugas yang meminjamkan e-tol. “Sistemnya seperti gerbang tol biasa. Pengemudi cukup membayar bea. Hanya saja, kami mengimbau agar membayar dengan uang pas lantaran petugas di GTO tidak menyiapkan uang kembalian,” tuturnya.

Sementara itu, Thomas mengatakan, pintu GTO mengalami kenaikan traffic sebesar 15 persen pada Desember ini. Pemanfaatan GTO setiap bulannya juga selalu mengalami kenaikan penggunaan transaksinya. Data menunjukan pada Agustus naik 11, 77 persen , September 12,47 persen, Oktober 13,14 persen dan November naik menjadi 15,05 persen.

Khusus untuk tahun baru, antisipasi pengamanan jalur tol juga dimaksimalkan dengan menjaga perlintasan tol aman dari kendaraan roda dua dan lalu lalang orang. Hal tersebut seringkali terjadi tatkala memasuki malam Tahun Baru dan paska perayaan Tahun Baru. “Ketika kawasan Gombel ditutup untuk perayaan tahun baru, dikhawatirkan ada sepeda motor masuk tol. Kami juga akan mengamabkan warga di sekitar tol Jatingaleh dan seksi C Jangli-Muktiharjo yang biasanya diserbu warga untuk melihat pesta kembang api,” tukasnya. (amh/smu)