AUDENSI: Para karyawan PT IGN Cepiring beraudensi dengan dewan di Ruang Paripurna Kantor DPRD Kendal, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
AUDENSI: Para karyawan PT IGN Cepiring beraudensi dengan dewan di Ruang Paripurna Kantor DPRD Kendal, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
AUDENSI: Para karyawan PT IGN Cepiring beraudensi dengan  dewan di Ruang Paripurna Kantor DPRD Kendal, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
AUDENSI: Para karyawan PT IGN Cepiring beraudensi dengan dewan di Ruang Paripurna Kantor DPRD Kendal, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KENDAL—Ratusan karyawan PT Industri Gula Nusantara (IGN) Cepiring menggeruduk gedung DPRD Kendal. Mereka mengadu kepada pimpinan dewan tentang pemutusan hubungan kerja (PHK) yang dinilai sepihak dan tidak sah. Selain itu, para karyawan PT IGN juga belum menerima hak berupa gaji selama empat bulan berturut-turut sejak. Mereka meminta agar pimpinan dewan membantu menyelesaikan masalah ini, sehingga hak berupa gaji dan pesangon bisa didapatkan.

Koordinator aksi, Benekdiktur Aur, mengatakan, jika sesuai kesepakatan sebelumnya para karyawan akan menerima gaji 4 bulan dalam paling lambat 4 Januari 2016. Tapi gaji belum diterima, justru karyawan malah menerima surat PHK dari manajemen perusahaan tanpa ada alasan atau kesalahan yang dilakukan karyawan.

“Surat PHK tersebut agak ganjil, karena tidak mencantumkan nama karyawan. Tapi hanya satu surat yang ditujukan kepada seluruh karyawan PT IGN. Jadi kami anggap tidak sah,” ujarnya, Kamis (31/12).

Alasan pemecatan, salah satunya PT IGN menyatakan jika perusahaan mengalami kebangkrutan dan pailit. Sehingga tidak lagi memproduksi gula dan menggaji para karyawan. “Kalau pailit semestinya ada putusan dari pengadilan yang menyatakan perusahaan pailit,” tandasnya.