Penganiaya Dituntut 8 Bulan

141

KRAPYAK – Terdakwa Andreas Himawan, 45, warga Jalan Tanggul Mas, Kelurahan Panggung Lor, Kecamatan Semarang Utara dituntut hukuman 8 bulan penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejari Semarang. Dia dihukum karena telah melakukan penganiayaan terhadap seorang ibu rumah tangga, Eko Ritajanti.

”Karena terdakwa Andreas Himawan terbukti melakukan penganiayaan. Kami mohon majelis hakim menjatuhkan pidana kepada terdakwa selama delapan bulan penjara,” kata JPU, Yossy Budi S di hadapan majelis hakim PN Semarang yang dipimpin, Bambang Setyanto Kamis (31/12).

JPU menilai terdakwa Andreas bersalah melanggar pasal 351 KUHP tentang Penganiayaan. Atas tuntutan itu, Andreas langsung menyatakan akan mengajukan pembelaan pada sidang mendatang. ”Kami akan mengajukan pembelaan yang mulia,” kata Andreas tegas.

Dalam dakwaannya JPU menyebutkan, kasus penganiayaan ini terjadi antara korban dan pelaku yang merupakan tetangga bersebelahan rumah yang diawali hanya karena cekcok pada 21 Oktober 2014 lalu. Akibat perbuatan terdakwa, korban Eko Ritajanti sempat dirawat inap selama tiga hari di Rumah Sakit (RS) Panti Wilasa.

Merasa tidak terima dengan penganiayaan tersebut, usai keluar dari RS, korban langsung melaporkan kejadian yang dialaminya ke kepolisian. Dari hasil visum, korban mengalami luka memar dan pembengkakan lambung karena ditendang.

Bahkan dalam sidang pemeriksaan saksi sempat terjadi silang pendapat karena terdakwa maupun korban sama-sama memberikan kesaksian berbeda. Terdakwa juga sempat keberatan dengan dakwaan JPU karena dianggap tidak ada unsur-unsur yang diperbuat terdakwa sebagaimana yang didakwakan. Hingga sekarang Andreas juga belum ditahan dan masih bisa menghirup udara bebas, JPU beralasan pasal yang didakwakan kepada terdakwa untuk ancaman hukumannya rendah dan terdakwa masih koperatif selama persidangan.

Usai sidang, korban Eko Ritajanti mengaku mengapresiasi jalannya persidangan yang dilakukan penegak hukum. Ia berharap, terdakwa ditahan untuk bisa memberikan efek jera.

”Yang tak kalah pentingnya, supaya tidak ada korban lain yang diperlakukan serupa oleh Andreas, saya sudah memar-memar dibuat dia (Andreas, Red),” tandasnya. (jks/ric/ce1)