TESTIMONI: Bupati Kudus Musthofa Wardoyo saat memberi paparan di acara refleksi akhir tahun ORI Perwakilan Jateng. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TESTIMONI: Bupati Kudus Musthofa Wardoyo saat memberi paparan di acara refleksi akhir tahun ORI Perwakilan Jateng. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TESTIMONI: Bupati Kudus Musthofa Wardoyo saat memberi paparan di acara refleksi akhir tahun ORI Perwakilan Jateng. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TESTIMONI: Bupati Kudus Musthofa Wardoyo saat memberi paparan di acara refleksi akhir tahun ORI Perwakilan Jateng. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Selama 2015, total pengaduan yang diterima Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan Jateng sebanyak 125 pengaduan. Jumlah itu menurun dibanding 2014 yang mencapai 140 pengaduan. Umumnya, pengaduan masyarakat terkait maladmistrasi pelayanan publik.

Ketua ORI Perwakilan Jateng Achmad Zaid mengatakan, instansi yang paling banyak dilaporkan adalah pemerintah kabupaten/kota sebanyak 36 laporan, disusul pemerintahan desa 13 laporan, kantor pertanahan sebanyak 12 laporan, dan kepolisian daerah 10 laporan.

”Dari 125 laporan yang masuk dapat diselesaikan sebanyak 34 laporan, sisanya masih menunggu respons instansi terkait, penjelasan, dan menindaklanjuti laporan,” beber Zaid kepada Jawa Pos Radar Semarang, Rabu (30/12).

Zaid menyatakan, instansi yang paling banyak diadukan adalah Kota Semarang sebanyak 57 laporan, disusul Kabupaten Pati 10 laporan, Kabupaten Batang 8 laporan, Kabupaten Kendal dan Kabupaten Semarang masing-masing 5 laporan, serta Kabupaten Karanganyar dan Kota Salatiga masing-masing 4 laporan.