KPID Bantu Lembaga Penyiaran Hadapi MEA

250
Budi Setyo Purnomo (Istimewa)
Budi Setyo Purnomo (Istimewa)
Budi Setyo Purnomo (Istimewa)
Budi Setyo Purnomo (Istimewa)

SEMARANG – Lembaga penyiaran dituntut memiliki kompetensi memadai untuk menghadapi era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang sudah berlaku. Dengan kompetensi mumpuni, industri penyiaran akan mampu memanfaatkan peluang pasar yang terbuka.

Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jateng Budi Setyo Purnomo mengatakan MEA tidak saja berimplikasi secara ekonomi tapi juga ideologi. Karenanya bisa saja membawa virus yang kurang baik. Dia meminta lembaga penyiaran harus kokoh dalam membentuk opini publik serta memberikan nilai-nilai pada masyarakat.

Dia menambahkan, MEA juga akan membuat persaingan profesi di industri media menjadi terbuka. ”Masuknya pekerja asing dalam ranah penyiaran harus disikapi dengan arif dan bijaksana,” ujarnya. Hal tersebut terungkap di sela-sela audiensi PD PRSSNI Jateng dengan KPID Jateng di kantor KPID, Rabu (30/12).