723 Pedagang Johar Belum Registrasi

Jelang Pemindahan ke Pasar Johar MAJT

236
TUNGGU KEPASTIAN: Para pedagang Pasar Johar yang menempati lapak sementara di Jalan Agus Salim menunggu kepastian pembangunan tempat relokasi sementara di lahan Bondo MAJT. (Adityo Dwi/Jawa Pos Radar Semarang)

SAMBIREJO – Sebanyak 723 pedagang Pasar Johar yang tertimpa musibah kebakaran beberapa waktu lalu hingga kini belum melakukan registrasi atau pendataan ulang. Hingga kemarin, jumlah pedagang yang teregistrasi baru berjumlah 3.037 orang dari total 3.760 pedagang.

”Memang masih ada pedagang yang belum teregister. Tapi kami juga kesulitan mencari pedagang itu. Sebab, hingga pendataan ulang untuk penempatan di lapak penampungan Pasar Johar di lokasi Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) belum menemui petugas untuk pendataan ulang,” ungkap Kepala Dinas Pasar Kota Semarang, Trijoto Sardjoko kepada Jawa Pos Radar Semarang, Kamis (31/12) kemarin.

Diakuinya, proses registrasi sekarang ini masih terus berlanjut hingga total pedagang sesuai jumlah semula, 3.760 pedagang seperti saat masih menempati lokasi Pasar Johar. Pihaknya akan terus mengupayakan para pedagang yang belum teregister untuk bisa mengadu di pos yang telah disediakan.

”Harapan kami, para pedagang yang belum teregister bisa mendatangi pos pengaduan di UPTD, dan bangunan Pasar Johar sementara di MAJT,” terangnya.

Diakuinya, setelah melakukan pendataan ulang, nantinya akan dilakukan pengundian lapak yang direncanakan pada minggu kedua Januari 2015. Pengundian tempat akan dilakukan sesuai zona atau blok. Di pasar penampungan MAJT ini akan dibagi 4 blok. Nantinya masing-masing blok akan ditempati sesuai asal zona pedagang di pasar Johar sebelumnya.

”Ada Pasar Johar Tengah, Pasar Johar Utara, Pasar Johar Selatan, Pasar Yaik Permai. Pada proses pengundian nanti, kita masih akan melayani pedagang yang belum teregister sampai jumlahnya fix. Kita akan sediakan tempat,” ujarnya.

Pihaknya menjelaskan, pasar penampungan pedagang Johar ini dibuat dengan model lapak. Jumlah lapak yang dibangun total 4.808 dengan ukuran luas standar, yakni 2×2 meter persegi. Sedangkan penempatan ukuran nantinya diproporsionalkan sesuai luasan surat izin dasaran yang dimiliki pedagang.

”Memang antara jumlah pedagang dengan lapak tidak sama. Sebab ada pedagang yang memiliki lebih dari 1 surat dasaran. Maka ukuran kita proporsionalkan,” katanya.

Dia mengatakan, pedagang Pasar Johar yang sekarang ini masih menempati lapak darurat di Jalan KH Agus Salim akan dipindahkan ke Pasar Johar MAJT diperkirakan pada pertengahan Januari 2016. Menurutnya, pemindahan tersebut dibarengkan dengan peresmian pembangunan yang ada di Kota Semarang. ”Kalau waktu tepatnya masih tentatif,” terangnya.

Pihaknya juga menegaskan kepada para pedagang yang nantinya menempati lokasi MAJT bisa menaati kesepakatan bersama, yakni tidak diperbolehkan berjualan di luar area lokasi MAJT. Bahkan, tindakan tegas akan dilakukan dengan cara menutup area lokasi supaya tidak ada kegiatan pasar di luar area MAJT.

”Termasuk pedagang pancakan, nantinya juga harus menaati jam dagang sesuai batasan waktu pukul 07.00 pagi harus sudah bersih dan tidak ada aktivitas jual beli. Jumlah pedagang pancakan ada 600 orang,” katanya.

Terpisah, Pj Wali Kota Semarang Tavip Supriyanto mengatakan, pemindahan pedagang Pasar Johar dari lokasi penampungan Jalan KH Agus Salim akan dilakukan secepatnya. Menurutnya, pedagang harus segera mendapat tempat yang representatif. ”Apalagi ini sudah mulai musim penghujan, pedagang harus segera dipindahkan. Kasihan mereka. Untuk waktu pemindahan, kita akan memilih hari yang baik,” ujarnya. (mha/aro/ce1)