SEMARANG – Mulai 1 Januari 2016, PT KAI menurunkan harga tiket kelas ekonomi untuk beberapa kereta api. Salah satunya KA Kedungsepur relasi Semarang Poncol/Ngrombo yang semula dipatok Rp 25 ribu, menjadi Rp 10 ribu.

Manager Humas PT KAI Daerah Operasi (Daop) IV Semarang Gatut Sutiyatmoko menjelaskan, penyesuaian harga ini diputuskan berdasarkan Kontrak Penyelenggaraan Kewajiban Pelayanan Publik atau Public Service Obligation (PSO) Klas Ekonomi tahun anggaran 2016 antara Ditjen Perkeretaapian dengan PT KAI No. PL.102/A.682/DJKA/12/15 dan No. HK.221/XII/53/Ka-2015 tanggal 22 Desember 2015. “Bagi penumpang yang sudah membeli tiket melalui pemesanan, selisih kelebihan bea akan dikembalikan secara tunai di stasiun kedatangan atau ketika penumpang turun,” ucapnya ketika dihubungi Jawa Pos Radar Semarang, kemarin.

Penyesuaian harga tiket kelas ekonomi juga diberlakukan 1 April 2016 mendatang. Seperti KA Tegal Ekspres relasi Tegal/Pasarsenen tarif semula Rp 60 ribu-Rp 75ribu, menjadi Rp 50 ribu. Sementara KA Maharani relasi Surabaya Pasarturi/Semarang Poncol, tarif semula Rp 75 ribu-Rp 90 ribu, menjadi Rp 50 ribu. “Sedangkan KA Kertajaya relasi Surabaya Pasarturi/Pasarsenen, KA Tawang Jaya relasi Semarang Poncol/Pasarsenen, dan KA Tegal Arum relasi Tegal/Pasarsenen untuk keberangkatan mulai 1 April 2016 tarifnya masih menunggu ketetapan lebih lanjut,” jelasnya.

Gatut menjelaskan, tidak semua harga tiket mengalami penurunan. Ada beberapa trayek yang kemungkinan justru lebih mahal. Jika terjadi kenaikan harga, penumpang yang sudah terlanjur memesan tiket, tidak akan dikenakan beban bea tambahan. “Kalau sisa dikembalikan, dan kalau kurang, tidak disuruh nambahi,” tegasnya.

Pemberian subsidi ini, kata Gatut, merupakan upaya pemerintah untuk mengajak masyarakat lebih memilih moda KA sebagai alat transportasi antar daerah, terutama di areal Kedungsepur. Meski ada penurunan harga, pelayanan yang diberikan tidak ikut menurun. Pihaknya justru terus berusaha meningkatkan pelayanan dan kualitas demi kepuasan penumpang. “Harapannya, okupansi setiap KA bisa mencapai 100 persen,”pungkasnya. (amh/smu)