Unnes Targetkan Akreditasi A

482

SEMARANG – Universitas Negeri Semarang (Unnes) menargetkan akreditasi institusi dengan nilai A pada 2016. Penguatan kelembagaan dan publikasi ilmiah terus didorong untuk mewujudkan Tahun Akselerasi Inovasi.
”Ada program prioritas yang akan dilakukan, yaitu melakukan penguatan kelembagaan, meraih akreditasi institusi A, memperkuat akreditasi program Studi A, dan meningkatkan publikasi karya ilmiah di jurnal internasional,” kata Rektor Prof Fathur Rokhman, kemarin.

Ia menyatakan pada 2016, universitas yang sejak 2010 menahbiskan diri sebagai Universitas Konservasi itu akan melakukan percepatan inovasi. Karena itu, pengembangan yang dilakukan senantiasa berada pada konsepsi rumah ilmu dan menjadikan kampus sebagai tempat yang aman, nyaman, dan menenteramkan bagi siapa pun untuk mengembangkan ilmu pengetahuan.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik, Rustono mengatakan secara umum para profesor berpandangan bahwa perkembangan Unnes berada pada koridor Universitas Konservasi. Meskipun ada sejumlah perubahan peraturan, tetapi aturan tersebut tetap berada pada jalur semula.

Dari kampus yang sama, dosen pada Prodi Seni Musik FBS, Suharto, meraih penghargaan dari lembaga pengindeks jurnal internasional Directory of Open Access Journals (DOAJ), Lund University yang berpusat di Swedia. Penghargaan berupa Certificate of Exellence in Reviewing ini diberikan karena Suharto dinilai memberikan kontribusi dan komitmen dalam mengembangkan karya editorialnya pada lembaga pengindeks tersebut.

Sertifikat ditandatangani oleh Managing Director DOAJ, Lars Bjornshauge, dan Editor-in-Cief, Tom Olijhoek tertanggal 16 Desember 2015. Menurut Suharto, di Indonesia ada dua grup editor yang me-review jurnal-jurnal dari wilayah Indonesia, Malaysia, dan Thailand.

Grup pertama adalah Grup Indonesian1 yang dikoordinasi oleh Dr Istadi dari Undip, sedangkan grup kedua yaitu Grup Indonesian2 yang dikoordinasi oleh dirinya. ”Pekerjaan sebagai editor di DOAJ tidak hanya me-review jurnal dari berbagai universitas atau lembaga, tetapi juga membina dan memberi masukan perbaikan pada penerbit jurnal,” katanya. (ewb/ida/ce1)