Pemprov Jateng Kucurkan Bankeu Rp 2,2 T

Awal Januari Dibagikan ke 35 Kabupaten/Kota

170

SEMARANG – Bantuan keuangan (bankeu) sebesar Rp 2,2 triliun dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah akan segera dikucurkan kepada 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah. Bantuan tersebut akan diserahkan kepada masing-masing bupati/wali kota.

”Besarannya belum (diketahui, Red), tapi totalnya mencapai Rp 2,2 triliun. Nanti pada 4 Januari 2016, diserahkan kepada bupati/wali kota didampingi anggota dewan (DPRD) selaku aspirator,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Tengah, Sri Puryono kepada Jawa Pos Radar Semarang, Rabu (30/12) kemarin.

Ia menjelaskan, total bantuan yang diberikan tahun ini dibagi untuk keuangan desa, pendidikan, sarana prasarana, dan partai politik. Menurutnya, bantuan keuangan desa diberikan lebih banyak karena sebagai pendamping dana desa. ”Kalau gak ada pendampingan, (penyaluran dana desa) akan payah,” imbuhnya.

Ditambahkan dia, masing-masing desa nantinya akan mendapatkan bantuan sebesar Rp 5 juta. Sementara untuk kecamatan diberikan Rp 7 juta. Menurutnya, langkah ini baru dilakukan di Pemprov Jawa Tengah. ”Provinsi lain tidak ada (yang dibiayai pemprov),” klaimnya.

Sebelumnya, Gubernur Ganjar Pranowo menyatakan terus mengoptimalkan penyerapan anggaran bantuan provinsi yang diterima kabupaten/kota. Menurut dia, selama ini pola pemberian bantuan keuangan secara bertahap dari provinsi kurang tepat. Selain itu, tahap pencairannya kadang tidak sesuai pelaksanaan paket.

”Kalau ada Rp 6 miliar dalam tiga paket terus motongnya kira-kira dikasih Rp 3 miliar sangat tanggung. Bagusnya dikasih Rp 2 miliar atau Rp 4 miliar. Jadi paket-paketnya bisa selesai,” terangnya.

Ganjar menambahkan, banyak daerah justru mengembalikan bantuan keuangan yang diberikan karena terlalu kecil atau terlalu besar, namun perencanaannya lambat. ”Dengan fakta itu, dalam menentukan alokasi bankeu kepada kabupaten/kota harus dilakukan secara cermat,” pungkas mantan anggota DPR RI itu. (fai/ida/ce1)