TAK BERIZIN: Petugas Satpol PP Kota Semarang saat membongkar paksa tower BTS di Klinik Budi Husada Jalan Raden Patah Semarang, kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TAK BERIZIN: Petugas Satpol PP Kota Semarang saat membongkar paksa tower BTS di Klinik Budi Husada Jalan Raden Patah Semarang, kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

MLATIHARJO – Sebuah bangunan tower BTS (Base Transceiver Station) di Kampung Rejo Leksono Kelurahan Mlatiharjo, Kecamatan Semarang Timur yang berdiri di atas bangunan Klinik Budi Husada Jalan Raden Patah terpaksa dibongkar petugas Satpol PP Kota Semarang, Rabu, (30/12). Pasalnya, tower tersebut nekat dibangun tanpa dilengkapi izin.

Petugas Satpol PP dibantu pekerja melakukan pembongkaran pada bagian boks mesin seluler yang berada di lantai tiga tempat berdirinya tower tersebut. Setidaknya, terdapat 3 boks mesin seluler yang dibongkar paksa.

Kepala Satpol PP Kota Semarang, Endro P Martanto, mengatakan, pembongkaran dilakukan atas rekomendasi dari Dinas Tata Kota dan Permukiman (DTKP) Kota Semarang. Pasalnya, tower tersebut telah berdiri tanpa mengantongi izin termasuk Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

”Kami hanya sebagai pelaksana dan mendapat rekomendasi dari DTKP untuk membongkar tower, ini karena tidak ada izinnya. Warga sekitar juga keberatan dengan adanya tower ini. Surat Pak Wali Kota juga menginstruksikan agar tower ini dibongkar,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Rabu (30/12) kemarin.

Pihaknya mengakui, pembongkaran tower yang berdiri di atas bangunan Klinik Budi Husada itu merupakan kali kedua. Pembongkaran pertama dilakukan pada 2014 silam dengan permasalahan yang sama, yakni tidak ada izinnya.