DIKEBUT: Pembangunan lapak penampungan sementara pedagang Pasar Johar di kawasan Masjid Agung Jawa Tengah terus dikebut. (M. RIZAL KURNIAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DIKEBUT: Pembangunan lapak penampungan sementara pedagang Pasar Johar di kawasan Masjid Agung Jawa Tengah terus dikebut. (M. RIZAL KURNIAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Pembangunan pasar penampungan pedagang Pasar Johar di lahan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) telah selesai. Dinas Pasar Kota Semarang akan melakukan pengundian lapak awal Januari 2016 mendatang. Pasar penampungan dengan lahan seluas 6 hektare tersebut akan diperuntukkan bagi 4.800 pedagang.

Kepala Dinas Pasar Kota Semarang, Trijoto Sardjoko, mengakui, proyek pekerjaan pembangunan Pasar Johar sementara di MAJT telah selesai. Saat ini, pihaknya telah melakukan pendataan untuk melakukan persiapan pengundian lapak.

”Proses pendataan sudah kita lakukan sejak kemarin, dan ini masih terus berlanjut. Kita jadwalkan, awal Januari 2016 pengundian tempat pedagang sudah bisa dilakukan, sehingga diharapkan minggu kedua Januari pedagang sudah bisa direlokasi ke pasar sementara tersebut,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Rabu (30/12).

Pihaknya menegaskan, para pedagang untuk tidak berjualan di luar area lapak sementara. Imbauan tegas tersebut disampaikan supaya tidak terjadi aktivitas pasar di luar lapak penampungan sementara di area MAJT. ”Sesuai kesepakatan tidak boleh ada pedagang yang berjualan di luar lokasi pasar sementara. Kalau ada yang nekat, kami akan tutup akses jalannya dengan pagar, karena akan merugikan pedagang lainnya,” tegasnya.

Kepala Bidang Perencanaan dan Pembangunan Dinas Pasar Kota Semarang Nurkholis menambahkan, pembangunan pasar sementara di lahan MAJT sudah selesai sesuai target pada 29 Desember lalu. Pihaknya sudah sosialisasi kondisi bangunan kepada para pedagang supaya memilikii gambaran los atau kios yang akan mereka tempati. ”Setelah ini segera dilakukan pengundian lapak dalam waktu dekat,” katanya singkat.

Kepala pelaksana proyek, Subeno, menjelasakan, pekerjaan pembangunan sudah selesai 100 persen, dan tinggal menyisakan pembersihan pasar dari sisa material proyek tersebut. Selain itu, listrik di dalam lapak juga sudah terhubung. ”Begitu juga dengan saluran air semuanya telah beres. Selain lapak, di area pasar juga selesai dibangun MCK, musala, dan bangunan kantor pasar,” ujarnya. (mha/aro/ce1)