Armada Galian C Ilegal Dikeluhkan Warga

198
TRUK BANDEL : Puluhan armada galian C ilegal, setiap hari melintas di jalan Desa Tangkil Wetan dan Kulon untuk menghindari petugas Dishubkominfo Kabupaten Pekalongan. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TRUK BANDEL : Puluhan armada galian C ilegal, setiap hari melintas di jalan Desa Tangkil Wetan dan Kulon untuk menghindari petugas Dishubkominfo Kabupaten Pekalongan. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KAJEN-Puluhan armada truk galian C ilegal yang melintas di Kelurahan Kedungwuni Barat, Desa Tangkil Kulon, Kecamata Kedungwuni dan Desa Karanganyar, Desa Pucung serta Desa Wuled, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, mulai dikeluhkan warga desa setempat. Pasalnya, warga khawatir jalan akan rusak lagi. Padahal jalan desa tersebut sudah mulus dan halus, setelah diperbaiki oleh Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Pekalongan serta warga desa setempat dengan menggunakan Alokasi Dana Desa (ADD).

Seperti jalan Desa Karanganyar, Tirto, yang baru diperbaiki satu bulan lalu, kini sudah mulai banyak lubang, karena dilalui truk galian C dengan muatan 10 ton. Padahal jalan desa tersebut merupakan jalan di bawah 3 ton.

“Kalau tidak ingat hukum, mungkin truk galian C yang melintas akan kami bakar. Karena setiap kali kami ingatkan, para sopir truk galian C malah mengajak kami bertengkar,” kata Saelani, 45, warga Desa Karanganyar, Tirto.

Hal serupa juga disampaikan oleh Suratmi, 34, bidan Puskesmas Pembantu Tangkil Kulon, Rabu (30/12) kemarin. Menurutnya sudah lebih dari satu tahun ini, puluhan armada truk galian C setiap hari melintas melalui jalan-jalan di kampung menuju pantura Wiradesa.