FPI Ancam Sweeping dan Tutup Minimarket

1881
DATANGI POLRES : Pengurus teras FPI Kota Pekalongan ditemui Wakapolres Kompol Mashudi, saat meminta kejelasan tentang kasus terompet yang dibuat dengan sampul Alquran, Selasa (29/12) kemarin. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DATANGI POLRES : Pengurus teras FPI Kota Pekalongan ditemui Wakapolres Kompol Mashudi, saat meminta kejelasan tentang kasus terompet yang dibuat dengan sampul Alquran, Selasa (29/12) kemarin. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

PEKALONGAN-Organisasi Masyarakat Front Pembela Islam (FPI) Kota Pekalongan mengancam akan melakukan sweeping penjual terompet dan menutup minmarket penjual terompet. Jika polisi lamban menangani kasus tersebut. Ancaman tersebut disampaikan, Selasa (29/12) kemarin, saat menemui Polres Pekalongan Kota di ruang Wakapolres Kompol Mashudi.

Wakil Ketua FPI, Fatkhurohman, mengatakan bahwa pihaknya sebenarnya yakin kepada langkah sigap kepolisian. Kendati begitu, pihaknya juga menyesali permasalahan ini, hanya dianggap kesalahan kecil atau kekhilafan.

“Kami membaca di media massa dan media sosial, bahwa permasalahan ini hanya dianggap masalah kecil. Kalau ini kecerobohan, jelas ini rekayasa. Karena disebarkan ke banyak daerah dengan jumlah ribuan,” sesalnya.

Anggota FPI lainnya, Shodiq, yang juga salah satu tokoh ulama menegaskan bahwa dirinya mewakili umat Islam merasa dilecehkan dengan kejadian ini. Untuk itu, agar tahun depan tidak terjadi hal yang sama, pihaknya ingin bertemu dengan minimarket yang menjual terompet tersebut.

“Kami minta dipertemukan dengan pengelola minimarket tersebut. Kami beri waktu 1×24 jam. Kalau tidak segera ada kesepakatan, minimarket akan kami segel sampai ada kesepakatan resmi,” ancamnya.