SIDAK MEBELER : PPKom Dindikbud Kabupaten Pekalongan bersama Tim TP4D Kejari Kajen Pekalongan melakukan sidak pembuatan mebeler. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SIDAK MEBELER : PPKom Dindikbud Kabupaten Pekalongan bersama Tim TP4D Kejari Kajen Pekalongan melakukan sidak pembuatan mebeler. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KAJEN-Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Pekalongan resmi memutus kontrak kerja dengan rekanannya CV Purnama Jaya. Pasalnya, perusahaan yang beralamat di Kota Semarang tersebut dinilai tidak mengerjakan proyek pengadaan mebeler Sekolah Dasar (SD)/SD Luar Biasa (SDLB) se-Kabupaten Pekalongan, senilai Rp 577 juta, sesuai kontrak kerja.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPKom) Dindikbud Kabupaten Pekalongan, Arif Gunawan, mengungkapkan bahwa barang pesanan mebeler untuk SD/SDLB yang dikirim ke sekolah tidak sesuai dengan pesanan yang tercantum dalam surat perjanjian kerja atau rencana anggaran biaya (RAB). Bahkan, tidak sesuai dengan saat Direktur CV Purnama Jaya melakukan presentasi di depan pejabat Dindikbud dan Tim Pengawal, Pengamananan Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kajen Pekalongan.

“Barang mebeler yang dikirim CV Purnama Jaya tidak sesuai RAB, baik secara kualitas maupun kuantitas. Pada saat paparan, barangnya sangat bagus. Namun ketika dicek di lapangan, tidak sesuai pesanan,” ungkap Arif Gunawan.