UNGARAN–Kejaksaan Negeri (Kejari) Ambarawa menetapkan dua tersangka baru, Tri Budi Purwanto dan Thomas Martono terkait dugaan kasus korupsi pembangunan arena pacuan kuda Arrowhead Park tahap II, di Desa Tegalwaton, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang. Bahkan kini tim intelijen Kejari sudah turun untuk melacak aset kekayaan kedua tersangka tersebut.

Perlu diketahui pembangunan tahap II arena pacuan kuda Arrowhead Park, lintasan pacuan dan fasilitas pendukungnya menghabiskan total anggaran sekitar Rp 12 miliar dibiayai dari APBD Kabupaten Semarang tahun 2012. Pembangunannya ditangani langsung oleh Dinas Pemuda Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) atau sekarang Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Semarang.

Kasi Pidsus (Pidana Khusus) Kejari Ambarawa, Haerdin melalui Jaksa Fungsional Bidang Pidsus, Ricki Panggabean mengatakan bahwa Tri Budi dan Tjomas disangka melanggar pasal 2, subsider pasal 3 UU 31/1999 sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU 20/2001 tentang Pemberantasan Korupsi jo pasal 55 KUHP. Tri Budi adalah penggarap lintasan pacuan kuda dari KSO PT Harmoni Internasional Teknologi dan Thomas dari Duta Mas Harmoni. “Dari hasil pemeriksaan pembuatan lintasan pacuan kuda tersebut tidak sesuai spesifikasi teknis dalam kontrak,” ungkapnya, Senin (28/12) kemarin.

Ricki mengatakan, saat ini pihaknya masih menunggu audit BPKP. Kendati demikian, penyidik pidsus sudah punya gambaran kerugian negara di proyek yang diperkirakan lebih dari Rp1 miliar. Setelah ada hasil dari BPKP, selanjutnya dijadikan sebagai dasar pelimpahan ke pengadilan. Selain itu, kata Ricki, penanganan kasus tersebut dengan tersangka lain yakni, Agus Yuniarto sudah dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Semarang.

“Sebelumnya sudah ada dua tersangka lain yakni Agus pemilik PT Tegar Arta Kencana selaku rekanan penggarap fasilitas pendukung arena pacuan kuda, yakni stall atau kandang kuda dan tribun stadion. Kerugian negaranya sebesar Rp 208 juta, saat ini sudah sampai tahap tuntutan diagendakan minggu pertama Januari 2016,” imbuhnya.

Sedangkan tersangka lainnya yakni pejabat pembuat komitmen (PPKom) dan kuasa pengguna anggaran (KPA), Ade Fajar, saat ini masih proses penyidikan karena masih menunggu hasil audit kerugian negara.

Sementara itu, Kasi Intelijen Kejari Ambarawa Irsadul Ichwan menambahkan, pihaknya juga mulai melakukan pelacakan aset kekayaan dua tersangka atas nama Tri Budi dan Thomas. Pelacakan dan pendataan aset kekayaan dari tersangka korupsi merupakan prosedur standar dalam mendukung kinerja penyidik pidana khusus dan jaksa penuntut.

“Pelacakan aset tersebut merupakan upaya antisipasi jika para tersangka tidak mampu mengembalikan kerugian negara. Saat ini aset kekayaan mereka ada di Kota Semarang dan sudah kami data,” ungkapnya. (tyo/ida)