Jalan Jolotundo Dibuka, Pemkot Siap Bayar MAS

218
SUDAH DIBUKA: Jalan Tembus Kartini-Gajah atau Jalan Jolotundo sejak akhir pekan lalu sudah bisa dilewati warga, meski proses pembebasan lahan yang dilewati milik Masjid Agung Semarang masih menunggu jawaban dari Kementerian Agama. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SUDAH DIBUKA: Jalan Tembus Kartini-Gajah atau Jalan Jolotundo sejak akhir pekan lalu sudah bisa dilewati warga, meski proses pembebasan lahan yang dilewati milik Masjid Agung Semarang masih menunggu jawaban dari Kementerian Agama. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Pemkot Semarang bertekad merampungkan proses pembayaran ganti rugi untuk lahan Jalan Tembus Kartini-Gajah sebelum tahun ini berakhir. Hal itu disampaikan Pj Wali Kota Semarang Tavip Supriyanto, Senin (28/12). Menurutnya, proses pembayaran ganti rugi terutama ke Takmir Masjid Agung Semarang (MAS) sedang dalam proses.

”Kami sudah berusaha keras dan melobi Kementerian Agama agar prosesnya dapat lebih lancar, sehingga pembayaran ke takmir masjid dapat dilakukan sebelum pergantian tahun 2016. Kalau sudah ganti tahun kan sulit nanti,” terangnya.

Ditambahkan, dirinya sudah memerintahkan Dinas Bina Marga untuk menyelesaikan proses pembayaran ganti rugi ke Masjid Agung secepatnya. Namun demikian, kendala bukan lagi di Pemkot Semarang, namun terkait dengan prosedur di Kementerian Agama.

Kepala Dinas Bina Marga Kota Semarang, Iswar Aminuddin, mengakui, jika secara fisik, pembangunan jalan ini sudah rampung. Bahkan sejak akhir pekan lalu, jalan sudah dibuka dan dilintasi pengguna kendaraan bermotor termasuk mobil.

”Sudah jadi, sudah rampung. Pembetonan sepanjang 750 meter dengan lebar 15 meter sudah kami selesaikan dengan anggaran mencapai Rp 11 miliar,” katanya.