Eksiskan Kembali Salam Semarangan

736
CIRI KHAS: Pj Wali Kota Semarang Tavip Supriyanto bersama penggiat wisata melakukan salam jari khas Semarangan. (Adityo Dwi/Jawa Pos Radar Semarang)
CIRI KHAS: Pj Wali Kota Semarang Tavip Supriyanto bersama penggiat wisata melakukan salam jari khas Semarangan. (Adityo Dwi/Jawa Pos Radar Semarang)

SEMARANG – Sosok manusia super mirip laba-laba, Spiderman bertandang ke Kompleks Balai Kota Semarang, Senin (28/12) kemarin. Praktis, para PNS tercengang dengan kehadiran super hero tersebut. Terlebih, Spiderman yang kerjanya membasmi kejahatan, kali ini justru mengajari salam khas Semarangan. Menyatukan jari tengah dan jempol membentuk lingkaran sembari berucap ”Salam Semarangan!”

Koordinator Penggiat Pariwisata Semarang Taufan YD menuturkan, sebenarnya Kota Lunpia punya salam khas. Sayang belum familier, bahkan oleh warga Semarang sendiri. Karena itu, menggandeng Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) pihaknya berusaha membangkitkan kembali Salam Semarangan.

”Kalau perlu, menjadi salam resmi saat menyambut tamu atau wisatawan. Ciri khasnya adalah menyatukan ibu jari dan jari tengah. Ini diadopsi dari gerakan tari Semarangan dan gerakan pose Ngesti Pandawa,” tuturnya.

Dengan begitu, wisatawan yang datang ke Semarang akan terkesan lantaran mendapat sambutan unik. Juntrungnya, bisa menjadi ikon yang bisa dipakai sesama orang Semarang yang tengah merantau.