EVALUASI PILKADA

SEMARANG – Pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) secara serentak di 21 kabupaten/kota di Jateng menyisakan beberapa catatan penting. Beberapa evaluasi tersebut diharapkan menjadi perbaikan pada pelaksanaan Pilkada 2017 mendatang.

Pengamat politik dan pemerintahan Universitas Diponegoro (Undip) Teguh Yuwono mengatakan, setidaknya ada lima catatan yang menjadi perhatian pada Pilkada 2015 lalu. Yang pertama, adalah masih minimnya partisipasi pemilih.

”Dari angka 77,5 persen yang ditargetkan KPU, rata-rata hanya 60-70 persen. Artinya, pilkada serentak yang diyakini dapat meningkatkan partisipasi pemilih tidak cukup terbukti,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Senin (28/12).

Ia menjelaskan, penyebab utama atas hal itu tidak lain adalah karena pilkada merupakan hak politik. Sehingga masyarakat mendapat kebebasan untuk datang atau tidak memberikan hak suaranya. Karena itu, perlu dibuat mekanisme yang membuat masyarakat wajib hadir dalam proses tersebut. ”Saat ini sama sekali tidak ada ikatan,” katanya.