30 C
Semarang
Senin, 16 Desember 2019

Siti Masitha Siap Ajukan Banding

Must Read

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di...

TEGAL – Meski sudah kalah di tingkat Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Semarang, Wali Kota Tegal Siti Masitha menyatakan siap mengajukan banding atas hasil putusan persidangan di tingkat awal tersebut. Akibatnya, kejelasan nasib penggugat yaitu 9 Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang menerima sanksi disiplin berupa pembebastugasan dari jabatan strategis terancam menggantung.

Hal tersebut terungkap, setelah Radar Tegal (JPNN) melakukan konfirmasi melalui SMS kepada Siti Masitha yang sudah menyiapkan langkah mengajukan banding. Hanya saja, saat ditanya terkait amar putusan PTUN yang memerintahkan tergugat untuk mencabut penjatuhan sanksi disiplin berupa penonjoban atau menunggu proses banding pihaknya tidak memberikan jawaban pasti. Dengan pesan singkat, Wali Kota Tegal hanya menjawab konfirmasi berisi rencana melakukan banding. “Pemkot tentu melakukan banding terhadap putusan PTUN tesebut,” katanya.

Sementara itu, kuasa hukum penggugat Mahfudz Ali menjelaskan, dengan adanya putusan majelis hakim berupa mengabulkan seluruh gugatan dan memerintahkan tergugat untuk mencabut penjatuhan sanksi disiplin serta merehabilitasi jabatan sebelumnya. Pihaknya berharap, sebagai kepala daerah sekaligus pemangku kebijakan di tingkat kota Wali Kota Tegal bisa menunjukkan sikap kenegarawanannya sehingga segera mematuhi amar putusan majelis hakim dalam proses PTUN kemarin.

“Kalau memang mau menempuh banding, kami tetap menghormati upaya tersebut karena itu merupakan hak setiap warga negara mencari keadilan di hadapan hukum. Hanya saja, perlu sikap kenegarawanan untuk mematuhi amar putusan tersebut,” ungkapnya.

Terpisah, salah seorang penggugat PTUN yang menerima sanksi non job (mantan Kepala Dinkop UMKM Perindag) Kota Tegal Khaerul Huda menanggapi rencana Wali Kota Tegal yang sudah menyiapkan langkah banding pihaknya enggan berkomentar. Sebab menurutnya, sebagai warga negara semua orang punya hak yang sama di mata hukum sehingga pihaknya tidak ingin berandai – andai terlalu jauh. Rencananya, sambil menunggu upaya banding dari Wali Kota pihaknya akan berkoordinasi dengan kuasa hukum.

“Kami hanya berharap, putusan dari PTUN harus dihormati dan dilaksanakan semua pihak yang bersangkutan. Jika dipanggil Wali Kota kapanpun, kami siap,” tandasnya. (syf/jpnn/ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Latest News

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di timurnya. Kota yang di barat itu,...

Random News

JPU Tolak Pembelaan Terdakwa Susanto Wedi

MANYARAN - Seluruh pledoi atau pembelaan Susanto Wedi, selaku mantan Pimpinan Cabang Utama Bank Jateng terkait dakwaan dalam dugaan korupsi pengadaan aplikasi software inti...

Empat Bulan 18 Kasus

KENDAL—Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kendal masih marak. Dari data Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) tercatat selama empat bulan (Januari-April)...

Truk Masuk Jurang 15 Meter, Sopir Luka Parah

KENDAL—Sebuah truk masuk jurang sedalam 15 meter di daerah perbukitan Gonoharjo Barat, Kecamatan Limbangan. Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tunggal tersebut. Hanya...

Mortir Berdaya Ledak Besar Ditemukan di BKT

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Tim Penjinak Bom (Jibom) Gegana Satuan Brimob Polda Jateng membenarkan temuan benda di kawasan Banjir Kanal Timur (BKT) Jalan Unta Raya,...

More Articles Like This

- Advertisement -