Geledah Rumah Bandar, Sita Ribuan Pil Koplo

144

BARUSARI – Rumah bandar pil koplo, Ari Wibowo, 26, warga Cilosari, Semarang Timur, digeledah aparat Reskrim Polrestabes Semarang. Hasilnya, tim yang dipimpin Ipda Slamet Widodo berhasil menyita sebanyak 2.320 butir obat daftar G jenis Trihex. Penggeledahan tersebut dilakukan pada Minggu (27/12) sekitar pukul 02.00 kemarin. Tentu saja, Ari Wibowo tak bisa berkutik. Ia langsung digelandang ke Mapolrestabes Semarang untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Kasat Reskrim Polrestabes Semarang AKBP Sugiarto menjelaskan, penggeledahan rumah bandar pil koplo tersebut merupakan pengembangan penyelidikan setelah pihaknya menangkap dua pengguna pil koplo, Arif, 23, dan Yanto, 25. ”Keduanya terjaring operasi Tim Elang di Jalan dr Sutomo, sekitar 500 meter dari Mapolrestabes Semarang,” kata Sugiarto, kemarin.

Dijelaskannya, tim Elang curiga mendapati dua pemuda yang berboncengan menggunakan motor protolan tampak panik saat melihat petugas. Mereka berusaha kabur. Petugas pun melakukan pengejaran hingga berhasil ditangkap. ”Saat digeledah, ditemukan sebanyak 20 pil koplo,” ujarnya.

Dua pemuda tersebut kemudian diperiksa dengan dicecar berbagai pertanyaan terkait kepemilikan pil koplo tersebut. Keterangan itu kemudian mengarah ke sebuah rumah di daerah Cilosari, Semarang Timur, yang diduga sebagai bandar. ”Kami langsung melakukan penggeledahan di rumah yang dimaksud,” katanya.

Saat tim Elang merangsek masuk rumah tersebut, penghuni rumah Ari Wibowo dalam kondisi tertidur lelap. Tentu saja, Ari panik mendapati sejumlah aparat polisi bersenjata lengkap mengepung rumahnya. ”Kami menemukan ribuan pil koplo di rumah itu. Masing-masing tersimpan terpisah, yakni di kolong lemari, bawah kasur, dan tas pinggang,” terang Sugiarto.

Ari sendiri sempat berusaha melarikan diri. Namun tak membutuhkan waktu lama, ia berhasil dibekuk aparat Polrestabes Semarang.

Dalam waktu bersamaan, saat dilakukan penggeledahan, aparat Reskrim Polrestabes Semarang juga mendapati sejumlah kawanan remaja sedang pesta miras di rumah bandar pil koplo tersebut. Sungguh ironis, satu di antaranya adalah anak di bawah umur yang masih tercatat sebagai siswi kelas 5 SD di Kota Semarang. Polisi juga menemukan pil koplo di saku celana salah satu remaja tersebut.

Sugiarto mengatakan, penindakan tersebut merupakan agenda operasi rutin yang dilakukan dengan menerjunkan Tim Elang untuk menekan terjadinya aksi kriminalitas di Kota Semarang. Sebab, sejumlah aksi kriminalitas yang terjadi di Semarang, rata-rata pelaku lebih dulu mengonsumsi miras dan pil koplo. (amu/aro/ce1)