JADI TAKMIR MASJID: M. Tamzil berfoto bersama Aris Tris Ochtia Sari menjelang bebas. Mantan Bupati Kudus tersebut tidak lagi mendekam di Lapas Kedungpane sejak Sabtu (26/12). (Joko Susanto/Jawa Pos Radar Semarang)
JADI TAKMIR MASJID: M. Tamzil berfoto bersama Aris Tris Ochtia Sari menjelang bebas. Mantan Bupati Kudus tersebut tidak lagi mendekam di Lapas Kedungpane sejak Sabtu (26/12). (Joko Susanto/Jawa Pos Radar Semarang)

KEDUNGPANE – Mantan Staf Ahli Gubernur Jawa Tengah yang juga mantan Bupati Kudus Muhammad Tamzil akhirnya bisa menghirup udara bebas. Tamzil bebas setelah menjalani masa Asimilasi Kerja Sosial (AKS) di Yayasan Pendidikan Muslim Indonesia (YPMI) Semarang dengan pengawasan dari Balai Pemasyarakatan (Bapas). Dengan begitu, mantan terpidana kasus korupsi pengadaan sarana prasarana pendidikan di Kabupaten Kudus 2004 tersebut tidak akan merasakan lagi sakitnya jeruji besi Lembaga Pemasyarakatan (LP) Klas IA Kedungpane Semarang terhitung Sabtu (26/12).

Kuasa hukum Tamzil, Adi Susanto menilai kebebasan kliennya adalah hak yang harus diperoleh sebagai warga binaan karena sudah menjalani hukuman dengan baik. Selain itu istrinya bersedia sebagai penjamin. ”Semoga beliau dapat mengambil hikmah dari hukuman yang telah dijalaninya dan sesudah bebas ini, beliau bisa bangkit menata keluarga dan kehidupannya lebih baik dari sebelummya,” kata Adi saat dihubungi Jawa Pos Radar Semarang.

Kepala Seksi Bimbingan Kemasyarakatan (Kasi Binmas) LP Kedugpane Semarang, Aris Tris Ochtia Sari menyebutkan, bebasnya Tamzil merupakan kategori Pembebasan Bersyarat (PB). PB dikeluarkan pihaknya setelah mendapatkan Surat Keputusan (SK) PB dan AKS dari Menkumham.