Dibeberkan AKP Guritno, dalam razia pekat tersebut, Polres menggaruk 14 pasangan atau 28 muda mudi yang mesum di kamar sewaan. Mereka sebagian besar masih berusia muda.

“Dua pasang diantaranya masih berstatus pelajar SMA di Kota Pekalongan,” bebernya.

Semua pelaku langsung diamankan ke Mapolres Pekalongan Kota, dan rata-rata merupakan warga Kota dan Kabupaten Pekalongan. Ada pula warga Batang dan Pemalang.

Oleh Petugas, semua pelaku didata serta diminta membuat surat pernyataan. Tujuannya agar tidak melakukan perbuatan tersebut lagi. Selain itu mereka dikenai sanksi tindak pidana ringan (tipiring). Sedangkan untuk pelaku di bawah umur, diundang semua orang tuanya, disuruh bersujud minta maaf. Kemudian diserahkan kembali untuk dibina lebih lanjut.

Kapolres Pekalongan Kota, AKBP Luthfie Sulistiawan mengatakan permasalahan sosial seperti itu perlu disikapi agar tidak menimbulkan keresahan di masyarakat. “Razia ini selain meminalisir tindakan asusila sekaligus sebagai ajang pembinaan moral bagi remaja-remaja kita,” ujarnya.

Terkait beberapa pelaku yang masih di bawah umur, pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Sosial untuk mengatasinya. Termasuk pembinaan jangka panjang, agar generasi muda Pekalongan menjadi lebih baik. (han/ric)