Ribuat Umat Nasrani Misa Natal di Lapangan Pancasila

418
DAMAI NATAL: Ribuan umat Nasrani saat mengikuti Misa Natal di Lapangan Pancasila Salatiga, Jumat (25/12) subuh. (JPNN)
DAMAI NATAL: Ribuan umat Nasrani saat mengikuti Misa Natal di Lapangan Pancasila Salatiga, Jumat (25/12) subuh. (JPNN)

SALATIGA- Ribuan umat Nasrani dengan khidmat mengikuti Misa Natal yang dilaksanakan di Lapangan Pancasila, Jumat (25/12) subuh. Acara yang rutin dilaksanakan setiap tahun ini mengusung tema ‘Hidup Bersama Sebagai Keluarga Allah’ yang diambil dari Kejadian 16: 16. Selain aparat keamanan yang berjaga, sejumlah ormas Islam juga berpartisipasi dalam pengamanan. Sejumlah anggota Banser, Pemuda Ansor, HMI dan PMII ikut berjaga. Kawasan Lapangan Pancasila steril dari kendaraan bermotor, sehingga jemaat yang beribadah benar-benar tenang, aman dan nyaman hingga selesai ibadah.
Ribuan jemaat dari penjuru kota berdatangan sejak pukul 03.00. Misa Natal bersama yang sudah rutin digelar sejak 1970 ini juga dihadiri Wali Kota Salatiga Yuliyanto, Ketua DPRD Teddy Sulistio dan Kapolres Salatiga AKBP Yudho Hermanto. Acara diawali dengan menyanyikan lagu-lagu pujian, sedangkan khotbah Natal disampaikan oleh Pendeta Gidion Rusli STh.

Ketua Panitia Natal Badan Kerjsama Gereja-Gereja di Salatiga (BKGS) 2015, Maria Budi, sesaat sebelum ibadah Natal bersama di Lapangan Pancasila Salatiga menuturkan, tema ibadah memiliki tujuan akan membawa jemaat gereja semakin rukun dengan umat agama lainnya maupun secara umum siap hidup berdampingan bersama masyarakat. Selain itu, siap membangun kebersamaan bergereja di tengah-tengah masyarakat. Dan harapannya sebagai individu “anak-anak Tuhan” akan turut ambil bagian dalam pembangunan.

“Tema Natal tersebut merupakan tema secara nasional dan sangat relevan dengan kondisi riil Bangsa Indonesia. Di dalamnya terkandung makna bahwa kita sebagai manusia atau individu tidak akan bisa hidup seorang diri di tengah-tengah kehidupan bermasyarakat. Karena, kita hidup di dalam rumah besar Tuhan,” kata Maria.

Pendeta Gideon Rusli STh dalam khotbahnya menegaskan, sesuai dengan tema Natal, mengingatkan umat manusia dan makhluk hidup di bumi ini merupakan satu bagian yang tidak terpisahkan. Selain itu, tidak dapat terkotak-kotak maupun tercerai-berai.

“Hidup bersama sebagai keluarga Allah, pada intinya hidup sebagai keluarga itu bukan sebagai hal yang mudah. Karena, dalam kehidupan itu sendiri berbagai hal yang muncul tidak akan terpisahkan dan saling terkait. Di sini, dari mulai yang terkecil hidup dalam keluarga hingga hidup di tengah masyarakat, semuanya tidak dapat terpisahkan, dan yang pasti semua itu ada di dalam genggaman tangan Tuhan,” tandas Pdt Gideon Rusli, yang juga Pendeta Gereja Bethel Indonesia (GBI) Salatiga.

Wali Kota Salatiga Yuliyanto mengatakan, Natal merupakan momentum Tuhan memberikan makna hidup bagi umat manusia dengan tujuan memberikan dampak yang positif serta merupakan bentuk nyata kasih Allah kepada umat manusia. Manusia ini diharapkan dapat mewujudkan kasihnya kepada Tuhan dengan perbuatan kasih nyata kepada sesama manusia serta dapat mengelola dan merawat ciptaan-Nya dengan penuh tanggungjawab.

“Sesuai dengan tema Natal tahun ini, mengajak umat manusia untuk mensyukuri kehadiran Tuhan dalam setiap kehidupan yang kita jalani. Untuk itu, merayakan Natal bukan hanya sebagai tradisi semata, melainkan harus benar-benar murni akan pengakuan iman atas kehadiran Yesus Kristus,” kata Yuliyanto.(sas/aro)