I Gusti Made Agung (Istimewa)
I Gusti Made Agung (Istimewa)

SEMARANG – Tingkat abrasi di kawasan pantai Kota Semarang sepanjang 37 km cukup mengkhawatirkan. Pasalnya, selama kurun waktu 10 hingga 15 tahun pantai Kota Atlas telah mengalami abrasi mencapai 7 km.

Plt Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Semarang, I Gusti Made Agung, mengakui tingkat abrasi pantai di Kota Semarang sudah sangat parah. Banyak area tambak di dekat pantai yang sudah berubah menjadi laut. Tingkat abrasi yang parah ini disebabkan adanya palung atau pusaran ombak di Laut Jawa.

”Karena Semarang sejarahnya palung. Hasil kajian dari teman-teman pakar dari Universitas Diponegoro (Undip) juga mengatakan salah satu penyebabnya adalah adanya palung di Pelabuhan Kendal. Ternyata ini dampaknya hingga sampai ke daerah Trimulyo Genuk dan Demak,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Semarang, kemarin.

Dia menjelaskan, panjang pantai di kawasan Kota Semarang mencapai 37 km mulai dari Mangkang Kulon hingga Trimulyo. Namun kondisi pantai tersebut mengalami abrasi yang cukup parah hingga tergerus 7 km dalam kurun waktu 10-15 tahun. Pemkot Semarang sendiri telah melakukan pembelian lahan untuk penanaman mangrove.