Infrastruktur Rusak Masih Banyak

138

SEMARANG – Anggaran infrastruktur sebesar Rp 2,1 triliun di tahun ini ternyata masih belum bisa membuat jalan di Jateng mulus. Buktinya, masyarakat masih banyak yang mengeluhkan kondisi jalan yang rusak. Mulai dari jalanan yang hanya berlubang sampai kerusakan yang sangat berat.

Sejumlah anggota DPRD Jateng pun mengaku kerap mendapatkan keluhan saat di lapangan. Di Kabupaten Cilacap misalnya pengerasan jalan sepanjang 1.200 meter di desa Bumireja, Kecamatan Kedungreja, masih belum rampung. Di Kecamatan Kebasen Banyumas butuh perbaikan jalan sepanjang 1.500 meter. ”Kondisi jalan yang rusak ini masih menjadi keluhan masyarakat. Kondisinya sangat bervariatif,” kata anggota Fraksi Demokrat DPRD Jateng, Kukuh Birowo.

Selain itu, jalan Kepel-Pilang sepanjang 3 kilometer di Kabupaten Rembang rusak parah dan mendesak untuk diperbaiki. Sebab jalan ini merupakan akses yang menghubungkan antarkabupaten dan sebagai penopang perekonomian. Bahkan akses jalan menuju lokasi wisata Dieng, Kabupaten Banjarnegara dalam keadaan rusak. ”Padahal ini kan bisa menopang PAD di Jateng. kalau akses wisata rusak, pengunjung jelas menurun,” tambahnya.

Anggota Komisi D DPRD Jateng, Samirun menilai selama ini pemprov hanya fokus perbaikan infrastruktur di jalur utara dan tengah. Sedangkan akses jalan di bagian selatan seperti terabaikan. Kondisi ini membuat pembangunan timpang dan meresahkan masyarakat. ”Lihat saja jalan di perbatasan Wonogiri Brebes, Cilacap dan Blora banyak yang rusak. Dan ini belum sama sekali tersentuh,” katanya.

Dewan pun mendesak pemprov lebih bekerja maksimal dalam menangani persoalan infrastruktur di Jateng. Harus ada perencanaan matang. Selama ini pembangunan yang dilakukan pemprov terkesan tidak ada perencanaan yang matang. Mestinya harus ada pemetaan mana yang harus dibangun dulu mana yang nanti. ”Sekarang pembangunan belum selesai, jalur yang sudah dibangun rusak lagi. Ini kan bukti tak ada perioritas dan perencanaan matang,” tambahnya. (fth/zal/ce1)