MASIH GELAP: Tim sepak bola Jateng (biru) dalam masa persiapan bulan Agustus lalu. Saat itu belasan ujicoba telah dilakukan, namun saat ini sudah dua bulan mereka tidak berlatih. (BASKORO S/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MASIH GELAP: Tim sepak bola Jateng (biru) dalam masa persiapan bulan Agustus lalu. Saat itu belasan ujicoba telah dilakukan, namun saat ini sudah dua bulan mereka tidak berlatih. (BASKORO S/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Ketidakpastian kapan digelarnya babak kualifikasi PN XIX/2016 Jabar untuk cabor sepak bola membuat pelatih sepak bola Jateng Firmandoyo galau. Selama ini tim polesannya yang sebenarnya sudah setengah jadi, terpaksa diliburkan tanpa ada batas waktu.

Dalam Rakernas KONI di Papua beberapa waktu lalu mengisyaratkan babak kualifikasi cabor paling bergengsi itu tetap harus melakoni Pra-PON dan tetap digelar di PON Jabar mendatang. Namun pelaksanaan Pra-PON tetap tak jelas kapan diputar. Kondisi ini membuat pelatih pusing, menyusun program latihan.

“Karena masa persiapan tentu berpatokan dengan jadwal pasti kapan Pra PON digelar. Seperti kemarin misalnya semula dijadwalkan di Surabaya kemudian diganti di Semarang hingga akhirnya ditunda, kami sedikit kesulitan mengatur program agar anak-anak bisa peak di Pra PON,” terang Firmandoyo.