BATANG – Berbeda dengan objek wisata pantai Depok dan Wonokerto yang sepi pengunjung saat liburan, pantai Sigandu yang ada di Kabupaten Batang justru mengalami peningkatan jumlah pengunjung yang signifikan. Peningkatannya hingga sembilan kali lipat dibanding hari biasa.

Penanggung jawab objek wisata pantai Sigandu, Tolani mengatakan, peningkatan jumlah pengunjung tersebut terjadi karena libur panjang selama empat hari hingga Minggu besok. Pada hari libur biasa, jumlah pengunjung hanya 100-200 orang, sedangkan pada hari ini, Jumat (25/12) mencapai 700 orang terhitung pada pukul 11.00 WIB siang.

“Kalau sampai sore mencapai 1.200 pengunjung. Sedangkan pada hari Kamis kemarin, jumlah pengunjung mencapai 900 orang. Berarti ada peningkatan 20 persen,” katanya kemarin.

Tolani memperkirakan puncak jumlah pengunjung jatuh pada hari Jumat dan Sabtu. Karena sebagian pengunjung yang berasal dari luar kota, akan bersiap kembali beraktifitas pada hari Minggu.

Tolani menjelaskan untuk harga tiket tidak ada kenaikan, sehingga tetap Rp 3.000 per orang. “Kenaikan harga tiket masuk hanya saat hari-hari besar saja seperti Idul Fitri, Idul Adha, Syawalan, dan tahun baru saja menjadi Rp 5.000 per orang,” bebernya.

Sementara itu, dirinya memperkirakan pada malam tahun baru nanti jumlah pengunjung bisa menembus angka 3000 pengunjung. Namun jika pengelolaan hari besar dialih tangankan ke pihak ketiga, dikhawatirkan akan memberi dampak buruk pada antusias masyarakat yang ingin berkunjung ke pantai Sigandu karena harga tiket yang mencapai Rp 30.000 per orang.

“Kalau dari loket harga tiket sudah Rp 10.000, nanti di tengah diminta membayar lagi Rp 10.000, dan di dekat Dolphin Center bayar lagi Rp 10.000 kan kasian orang yang mau berkunjung. Jadi nanti masyarakat lain tidak mau berlibur kesini lagi karena mahalnya tiket,” tuturnya.

Salah seorang pengunjung dari Purwokerto, Maryanto mengungkapkan, dirinya berinisiatif mengajak keluarganya berlibur ke pantai Sigandu karena rekomendasi dari rekannya yang bekerja di Batang. Namun Maryanto menyayangkan belum tersedianya fasilitas air bersih yang ada di lokasi pantai. “Kalau bisa air bersih untuk bilas segera dialirkan, karena boros kalau kita hendak bilas harus membayar di warung-warung. Padahal kan sudah bayar tiket masuk, harusnya bisa mendapat fasilitas yang ada disini,” katanya. (mg29/zal)