1.000 PKL Barito Segera Direlokasi

316

SEMARANG – Sebanyak 1.000 pedagang kaki lima (PKL) Barito yang berada di sepanjang bantaran sungai Banjir Kanal Timur (BKT) mulai dari kawasan Majapahit hingga Kaligawe, segera direlokasi. Menyusul program normalisasi BKT yang akan dilakukan pemerintah pusat dan provinsi.

Kepala Dinas Pasar Kota Semarang, Trijoto Sardjoko mengatakan telah melakukan koordinasi dengan dinas-dinas terkait yang nantinya terlibat dalam pelancaran kegiatan normalisasi sungai BKT. ”Beberapa waktu lalu kami sudah rapat koordinasi dengan Dinas PSDA Kota, PSDA Provinsi, Dinas Bina Marga maupun dengan BBWS, terkait akan adanya rencana normalisasi sungai BKT. Kalau tugas Dinas Pasar menyangkut penataan PKL yang berada di sepanjang bantaran sungai itu,” ungkapnya, kemarin.

Proses awal yang dilakukan Dinas Pasar saat ini melakukan pendataan jumlah pedagang yang berada di kawasan sungai BKT atau yang lebih dikenal PKL Barito. Setidaknya di lokasi tersebut, PKL yang terkena dampak normalisasi sungai BKT mencapai lebih dari 1.000 pedagang. ”PKL Barito itu kan terdiri dari bermacam-macam PKL, ada pedagang kipas, sepeda, onderdil motor. Kalau yang masuk kategori PKL klitikan rencananya ya kita tempatkan di Pasar Kilitkan. Kalau yang belum dapat tempat kita akan bangunkan tempat,” ujarnya.

Pihaknya berharap para pedagang bisa ikut mendukung program pemerintah dalam melakukan normalisasi sungai BKT serta pembangunannya. Menurutnya, program tersebut merupakan kepentingan bersama. ”Harapan kami, pedagang dan PKL bisa ikut memahami dan mendukung rencana program ini,” ujarnya.

Sementara, Kabid Perencanaan dan Pembangunan Dinas Pasar, Nurkholis mengakui saat ini proses pembangunan Pasar Klitikan masih terus berlanjut. Sesuai perencanaan, jumlah total kios dan los mencapai ribuan. ”Jumlah kos dan los baik di dalam dan di luar totalnya mencapai 1.350 tempat. Sarana dan prasarana juga kita buatkan, termasuk tempat parkir, MCK dan kuliner,” terangnya.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Komisi B DPRD Kota Semarang, Syahrul Qirom meminta Dinas Pasar segera mencarikan tempat relokasi yang layak bagi pedagang Barito. Jangan sampai penentuan tempat justru menimbulkan pro kontra, karena pedagang tidak diajak bicara. ”Jangan sampai dengan adanya proyek pembangunan malah merugikan masyarakat khususnya para PKL yang terkena dampak normalisasi dan pembangunan sungai BKT. Makanya kita akan rembukan memberikan masukan dan mencari solusi memindahkan para PKL supaya mereka tetap mendapat tempat yang layak,” tegasnya. (mha/zal/ce1)