SEMARANG – Total ekspor impor Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta tahun 2015 yang melalui Terminal Petikemas Semarang (TPKS) alami kenaikan sebesar 6,26 persen dibanding tahun sebelumnya. Yaitu dari 575.671 TEUs (Twenty-foot Equivalent Units) pada 2014 menjadi 611.710 TEUs pada tahun 2015.

General Manager Pelindo III TPKS Erry Akbar Panggabean mengatakan, kenaikan arus petikemas ekspor impor yang melalui TPKS erat kaitannya dengan pertumbuhan industri dan perdagangan di kawasan Jateng dan DIY, dimana pada tahun ini kawasan tersebut sedang menggeliat dan menjadi salah satu kawasan yang seksi untuk berinvestasi. “Selain itu, TPKS juga merupakan satu-satunya terminal petikemas berskala internasional yang beroperasi di wilayah Jateng dan DIY,” ujarnya, kemarin (24/12).

Sementara itu, pihaknya juga terus mempersiapkan berbagai hal terkait MEA di tahun 2016, di antaranya mengantisipasi kenaikan arus petikemas baik domestik maupun internasional yang melalui TPKS. “Kita telah lakukan beberapa proyek investasi di TPKS yang membuat terminal ini semakin modern dengan juga meningkatkan service level-nya,” jelasnya.

Pembenahan TPKS di 2015 ini, lanjutnya dimulai dari awal tahun, diantaranya persiapan Job Order Online di TPKS dan serangkaian sosialisasi terhadap para stakeholders, kemudian kedatangan dan pengoperasian 10 unit Truk Trailer merk Terberg sebagai upaya untuk meremajakan kekuatan alat angkut didalam wilayah kerja TPKS, serta adanya peresmian TPFT (Tempat Pemeriksaan Fisik Terpadu) dengan melibatkan pihak Bea Cukai dan Karantina.

“Pada periode pertengahan tahun, dimulai pada bulan Juli, Job Order Online mulai diterapkan di TPKS. Selain sebagai upaya untuk memangkas dwelling time di TPKS, hal ini juga memudahkan para pengguna jasa, baik dari PPJK maupun Shipping Agent yang mengajukan ekspor dan impor melalui TPKS, yang pada saat ini juga telah terintegrasi dengan pihak Bea Cukai dan Karantina, “ tandas Erry.

Kemudian pada periode akhir tahun, TPKS berhasil menyelesaikan proyek investasi fisik perpanjangan dermaga 105 meter dan perluasan Container Yard (CY) seluas 5,3 Ha. CY tersebut diperuntukkan sebagai tempat pengoperasian 11 unit Automated RTG (A-RTG) merk Konecranes dari Finlandia yang sampai saat ini sedang dirakit untuk dapat dengan segera di operasikan di tahun 2016.

Selain itu, TPKS yang sebelumnya memiliki 5 unit Container Crane (CC) sebagai alat angkat bongkar dan muat petikemas dari dermaga ke kapal dan sebaliknya, telah meningkat menjadi total memiliki 7 Unit CC, karena kedatangan 2 unit baru di bulan November kemarin. “Semua ini tentu membuat TPKS semakin siap menghadapi lonjakan arus petikemas ekspor-impor Jateng dan DIY,” pungkasnya. (dna/smu)