Ciptakan Gerakan Tari

126
(DOKUMENTASI PRIBADI)
(DOKUMENTASI PRIBADI)

KALAU memang sudah hobi, pasti akan dilakukan sepenuh hati. Lihat saja Widihia Intania Indiraputri. Gadis penyuka tari tradisional ini sudah mampu menciptakan gerak tari tradisional Jawa meski belajar otodidiak.

Aya -sapaan akrabnya- memang tidak pernah belajar ilmu seni tari di sanggar. Dia hanya meneruskan darah seni sang ibu, yang memang jago menari tradisional.

Putri pasangan Irwan Sukawi dan Sumi Hartinah ini mengaku sudah mengenal tari tradisional sejak masih duduk di bangku SD. Saat itu, Aya didorong ibunya untuk mengikuti ajang tarian anak. Tanpa babibu, Aya yang masih polos, langsung setuju. Ketika kali merasakan nikmatnya gerakan tari yang diiringi gamelan Jawa, Aya langsung kepincut.

”Bahkan sampai sekarang, saya paling suka disuruh menari tradisional. Kalau menari modern malah nggak bisa,” ucap dara kelahiran Semarang, 16 Agustus 1998 ini kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Saking sukanya, Aya telah melahirkan tarian Jawa yang dibawakannya saat Semarang Night Carnival (SNC) 2015 silam. Dia membuat gerakan-gerakan lembut sarat kelentikan khas wanita Jawa. Merangkai koreografi hingga menjadi sebuah tarian yang begitu indah.