LENGANG: Kondisi Pasar Banjardowo yang sepi pedagang dan bangunannya banyak kerusakan. Selama ini pasar tersebut dikelola oleh pihak swasta. (Dok)
LENGANG: Kondisi Pasar Banjardowo yang sepi pedagang dan bangunannya banyak kerusakan. Selama ini pasar tersebut dikelola oleh pihak swasta. (Dok)

SEMARANG – Tiga pasar tradisional di Kota Semarang akan dikaji kelayakannya. Yakni pasar Banjardowo, Meteseh, dan Gedawang. Kajian tersebut dilakukan, setelah pihak swasta menyerahkan pengelolaan tersebut kepada Pemkot Semarang.

”Penyerahan sudah dilakukan sudah sejak 3 bulan lalu, nantinya pengelolaan akan ditangani Dinas Pasar,” ungkap Kepala Bidang Perencanaan Pembangunan Dinas Pasar Kota Semarang Nurkholis kepada Jawa Pos Radar Semarang, Rabu,(23/12) kemarin.

Selama ini pengelolaan oleh pihak swasta tidak optimal. Kondisi pasar juga memprihatinkan. Pada 2016 nanti, lanjut Nurkholis, pemkot akan melakukan kajian terkait langkah yang akan dilakukan untuk pasar tradisional tersebut. Termasuk melakukan pendataan terhadap pedagang yang menempati pasar tersebut. ”Apakah memang memiliki prospek jika direvitalisasi. Jangan sampai setelah direnovasi atau direvitalisasi pasar tersebut justru tidak optimal. Jangan sampai sia-sia. Jadi kita lakukan kajian dulu,” kata Nurkholis.