MANYARAN – Terungkap nama Geni Firuliadhim yang bertugas sebagai tim leader konsultan pengawas hanya dicatut oleh terdakwa Tyas Sapto Nugroho yang menjabat Konsultan Teknik dan Direktur CV Prima Design atas kasus dugaan korupsi proyek kolam retensi Muktiharjo Kidul Pedurungan, Kota Semarang.

Pencatutan nama itu terungkap dalam sidang pemeriksaan saksi fakta di Pengadilan Tipikor Semarang, Selasa (22/12) kemarin. Adapun saksi yang diperiksa di antaranya, Geni Firuliadhim yang merupakan Dosen Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada Politeknik Bandung dan dua saksi PNS pada dinas PSDA-ESDM Kota Semarang, yakni Bendahara Pengeluaran, Siti Fatonah dan Bendahara Pembantu, Okty Hermanto.

Dalam kesaksiannya Geni Firuliadhim mengaku dirinya dijadikan tim leader konsultan pengawas atas nama CV Catur Eka Karsa dalam proyek kolam retensi tersebut. Hal itu diketahuinya setelah diperiksa di penyidik dan sebelum proyek berlangsung ada telepon kepadanya mengatasnamakan Tyas Sapto Nugroho, namun demikian dirinya mengaku tidak tahu-menahu mengenai proyek tersebut.

”Saya pernah ditelepon yang mengaku namanya Pak Tyas. Saya belum kenal Pak Tyas langsung, tahunya hanya ditelepon belum pernah ketemu langsung dengan beliau (Tyas). Masalah di dokumen itu tanda-tangan saya dipalsu semua, nama saya cuma dicatut dalam proyek itu,” kata saksi Geni di hadapan majelis hakim yang dipimpin Gatot Susanto.

Namun demikian saksi Geni mengaku sebelum proyek kolam retensi berlangsung sudah pernah berkomunikasi dengan Tyas Sapto, untuk meminjam namanya, setelah itu dirinya diberi honor Rp 5 juta. Kemudian dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang dibacakan majelis hakim terungkap Kartiko adalah yang menandatangani berkas yang seharusnya ditandatangani saksi Geni. ”Masalah nama dan tanda tangan saya dipakai serta dipalsukan Ir Kartiko otomatis saya dirugikan, tapi untuk proyek kolam retensi saya gak dapat fee. Saya kenalnya hanya dengan Agus staf Pak Tyas,” sebutnya.

Atas keterangan tersebut, terdakwa Tyas Sapto langsung bertanya apakah saksi Geni pernah mengirim biodata ke pihaknya. Sementara secara keseluruhan para terdakwa tidak keberatan dengan keterangan para saksi. ”Mengirim biodata memang pernah saya lakukan tapi di proyek pertama, kalau proyek kolam retensi saya gak tahu. Proyek ini (retensi) saya gak tahu apa-apa. Tanda tangan juga bukan saya,” jawab saksi Geni.