SALAM KOMANDO: Kajari Semarang yang lama Dr Asep Nana Mulyana (kanan) dan Kajari baru Rizal Pahlevi saat acara pisah sambut di Kantor Kejati Jateng, kemarin. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SALAM KOMANDO: Kajari Semarang yang lama Dr Asep Nana Mulyana (kanan) dan Kajari baru Rizal Pahlevi saat acara pisah sambut di Kantor Kejati Jateng, kemarin. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Sekitar setahun memimpin Kejaksaan Negeri Semarang, Dr Asep Nana Mulyana akhirnya dipromosikan untuk menduduki jabatan baru sebagai Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Utara. Selama memimpin Kejari Semarang, setidaknya tiga kasus korupsi yang ditangani sudah memiliki kekuatan hukum tetap atau inkracht. Yakni, korupsi penyimpangan keuangan dan kredit fiktif di kantor Unit Pengelolaan Cabang (UPC) Pegadaian Mangkang Semarang yang menjerat Kepala UPC Ruddy Supriyatna; korupsi dana program Semarang Pesona Asia (SPA) 2007 yang menjerat mantan Plt Sekda Kota Semarang Dra Harini Krisniati, serta korupsi dana hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Semarang 2012-2013 yang menjerat Bendahara KONI Djody Aryo Setyawan dan Sekretaris KONI Suhantoro.

Sedangkan satu kasus korupsi yang belum tuntas adalah penanganan kasus dugaan korupsi pembangunan Pasar Jrakah Semarang, yang hingga kini nama tersangkanya masih dirahasiakan. Kasus ini akan menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi Kepala Kejari Semarang yang baru, Rizal Pahlevi SH MH, yang sebelumnya adalah Asisten Pidana Umum (Aspidum) Kejati Kepulauan Riau.