”Saat ini progres pembangunan lapak sementara Pasar Johar di MAJT telah mencapai 93 persen. Kami optimistis, pembangunan bisa selesai sesuai target yakni 29 Desember 2015. Pekerjaannya tinggal finishing paving sama penyelesaian sekat-sekat lapak.”

Kepala Dinas Pasar Kota Semarang, Trijoto Sardjoko

SEMARANG – Para pedagang Pasar Johar korban kebakaran yang kini berjualan di tempat penampungan sementara di sepanjang Jalan KH Agus Salim, pada Januari 2016 dipindahkan ke Pasar Johar Sementara di lokasi Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT). Saat ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang melalui Dinas Pasar telah mempercepat pembangunan hingga mendekati 100 persen.

”Saat ini progres pembangunan lapak sementara Pasar Johar di MAJT telah mencapai 93 persen. Kami optimistis, pembangunan bisa selesai sesuai target yakni 29 Desember 2015. Pekerjaannya tinggal finishing paving sama penyelesaian sekat-sekat lapak,” kata Kepala Dinas Pasar Kota Semarang, Trijoto Sardjoko kepada Jawa Pos Radar Semarang, Selasa (22/12) kemarin.

Lanjutnya, selain mengejar progres pembangunan, pihaknya rutin melakukan koordinasi dengan para pedagang Pasar Johar dalam upaya pendataan ulang. Selanjutnya, para pedagang akan diundi untuk mendapatkan lapak di Pasar Johar Sementara di MAJT.

”Setelah rapat-rapat dengan pedagang ini selesai, kami akan melakukan pengundian tempat. Rencananya pertengahan Januari 2016, para pedagang yang ada di tempat penampungan di Jalan KH Agus Salim sudah bisa dipindahkan,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi B DPRD Kota Semarang, Mualim, meminta Dinas Pasar Kota Semarang untuk transparan dalam memaparkan seluruh prosedur tahapan yang berlangsung. ”Dengan transparansi, pedagang Pasar Johar tidak akan menerima informasi yang simpang siur,” tegasnya.

Pihaknya menambahkan, pada pemindahan pedagang setelah pembangunan lapak selesai, tidak akan ada pungutan kepada para pedagang yang akan menempati lokasi baru. ”Pemindahan pedagang jangan sampai ditarik biaya atau disuruh membayar. Jadi jangan sampai ada pungutan, jangan sampai ada unsur jual beli,” pungkasnya. (mha/ida/ce1)