Fokus Produk Kontemporer, Jadikan Indonesia Pusat Mode Dunia

Lebih Dekat dengan IFC Chapter Semarang

119
KUKUHKAN IFC: Ketua IFC Lia Mustafa mengukuhkan IFC chapter Semarang di Hotel Gumaya, kemarin. (AJIE MH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KUKUHKAN IFC: Ketua IFC Lia Mustafa mengukuhkan IFC chapter Semarang di Hotel Gumaya, kemarin. (AJIE MH/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Untuk menguatkan industri fashion dalam pasar bebas Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2016 mendatang, para desainer membentuk wadah baru. Adalah Indonesian Fashion Chamber (IFC). Organisasi ini digadang-gadang mampu menjadi triger untuk mewujudkan Indonesia sebagai pusat mode dunia pada 2025 mendatang. Seperti apa?

AJIE MAHENDRA

DEMI mencapai obsesi jangka panjang, mewujudkan Indonesia menjadi pusat mode dunia, IFC melebarkan sayap hingga ke daerah-daerah dengan membentuk chapter. Di Kota Semarang, IFC dilahirkan pada November lalu dengan dikomandani desainer kondang asli Kota Lunpia, Ina Priono.

Meski bukan hal mudah untuk diwujudkan, pihaknya tetap optimistis. Dengan kerja ekstrakeras yang didukung oleh berbagai pihak. ”Secara realistis, minimal Indonesia bisa menjadi pusat mode dalam hal busana muslim,” tuturnya di sela pengukuhan IFC Chapter Semarang di Hotel Gumaya, Senin (21/12) kemarin.