2.439 Pecandu Narkoba Tak Tersentuh Rehabilitasi

143

SEMARANG – Badan Nasional Narkotika Provinsi (BNNP) Jawa Tengah masih memiliki tugas berat. Sebab sejauh ini, kurang lebih 2.000 orang direhabilitasi, padahal target awal sebanyak 4.439 orang. Artinya, target rehabilitasi pecandu narkoba baru mencapai 50 persen. Artinya, sebanyak 2.439 pecandu narkoba tak tersentuh rehabilitasi.

Terkait belum memenuhi target tersebut, BNNP Jateng sejauh ini masih menemukan kendala. Sehingga target tersebut tidak terpenuhi. Di antaranya kendala kurangnya personel BNNP. ”Infrastruktur organisasi di daerah masih minim. Saat ini, BNN Narkotika Kabupaten/Kota baru ada empat di Jawa Tengah, sehingga sebanyak 28 kabupaten/kota belum ada BNNK,” ungkap Kepala BNNP Jateng, Brigadir Jenderal Amrin Remico, kemarin.

Hal tersebut, kata Amrin, diperkirakan memengaruhi kinerja BNNP dalam upaya mencapai target rehabilitasi. Infrastruktur organisasi BNN di tingkat kabupaten/kota belum matang dan direalisasikan. ”Namun demikian kami berusaha maksimal memenuhi target. Tahun ini hanya tercapai 50%. Tapi ini termasuk sudah bagus, mengingat ini baru tahun pertama dilakukan,” katanya.

Amrin berharap, program rehabilitasi narkoba tahun ini akan terus dilakukan evaluasi agar tahun depan bisa memenuhi target rehabilitasi. Setidaknya mengalami peningkatan. ”Tidak hanya rehabilitasi, kami juga fokus dalam pemberantasan. Kedua sisi itu tetap dijalankan secara berimbang,” katanya.

Dikatakannya, 2015 ini telah ada tambahan dua BNNK yakni di Tegal dan Banyumas. Sedangkan untuk tahun 2016 diusulkan lagi dua sampai tiga daerah. ”Dari pemerintah daerah yang belum ada BNNK sebetulnya antusias untuk mendirikan badan, tapi ada kendala pengadaan tanah,” terangnya.

Sementara dalam bidang penindakan, dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan. Namun demikian, pihaknya mengakui, meski para pelaku kakap telah dijatuhi hukuman berat, namun hal itu belum membuat para pengedar narkoba jera. Mereka tetap saja beraksi secara tersembunyi. ”Di Jateng, peredaran narkoba paling banyak melalui tempat hiburan malam. Berdasarkan wilayah, paling banyak permintaan narkoba adalah Solo, Sragen, Batang, dan Rembang. Kota-kota tersebut sangat strategis,” cetus dia. (amu/zal/ce1)