Tiga Terdakwa Titip Rp 700 Juta

Kasus Bansos Pemprov Jateng

201
TITIP UP: Tiga terdakwa kasus dugaan korupsi bansos Pemprov Jateng menitipkan uang pengganti (UP) kepada Kejati Jateng sebesar Rp 700 juta, Senin (21/12) kemarin. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TITIP UP: Tiga terdakwa kasus dugaan korupsi bansos Pemprov Jateng menitipkan uang pengganti (UP) kepada Kejati Jateng sebesar Rp 700 juta, Senin (21/12) kemarin. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

PLEBURAN – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jateng menerima penitipan Uang Pengganti (UP) kerugian negara terhadap tiga terdakwa kasus dugaan korupsi dana bantuan sosial (bansos) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng 2011 sebesar Rp 700 juta, Senin (21/12) kemarin. Ketiga terdakwa adalah Joko Suryanto (JS), Agoes Soeranto alias Agus Kroto dan Joko Mardiyanto (JM) yang masing-masing merupakan pejabat Pemprov Jateng.

Penitipan UP kerugian negara tersebut dibawa langsung oleh perwakilan para terdakwa bernama Subari, lantaran ketiga terdakwa masih berada di dalam tahanan. UP tersebut dititipkan pada pukul 10.00-10.30 di lantai II gedung Kejati Jateng yang diterima Kepala Seksi Tuntutan Kejati Jateng.

Asisten Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Jateng, Johny Manurung melalui Kepala Seksi Tuntutan, Deddy Firmansyah menjelaskan bahwa dalam kasus tersebut ditemukan kerugian negara untuk ketiga terdakwa sekitar Rp 600 juta lebih. Namun, ketiganya menitipkan UP sebesar Rp 700 juta. Sedangkan total kerugian negara dalam kasus tersebut sekitar Rp 1 miliar lebih. ”Ketiganya sudah menitipkan uang Rp 700 juta, rinciannya saya belum lihat,” kata Deddy kepada Jawa Pos Radar Semarang.