KREATIF: Dua siswa dari empat siswa SMAN 3 Semarang menunjukkan web pelacak angkot hasil kreasinya. (DOK PRIBADI)
KREATIF: Dua siswa dari empat siswa SMAN 3 Semarang menunjukkan web pelacak angkot hasil kreasinya. (DOK PRIBADI)

Jadwal angkutan umum yang tidak menentu mendorong empat siswa SMAN 3 Semarang membuat web pelacak angkot. Seperti apa?

EKO WAHYU BUDIYANTO

KETIDAKTEPATAN jam kedatangan angkutan kota, Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang dan berbagai angkutan umum lainnya, eksesnya menjadi masalah sosial yang memprihatinkan. Di antaranya, kebanyakan lebih memilih beralih menggunakan kendaraan pribadi, ketimbang naik angkutan umum. Akibatnya, jalanan semakin padat dan kemacetan tinggi di jalan-jalan protokol Kota Semarang tak terhindarkan lagi.

Fenomena tersebut memantik empat siswa SMAN 3 Semarang, Muhammad Abdul Rozak, Zidhan Zulfa Alwafi, Alvin Sains Ilhami, dan Rifando Heri Suryawan, untuk memecahkan masalah sosial tersebut. Hasilnya, bisa melakukan inovasi web pelacak angkot.