BAGI HASIL: Ketua BKAD UPK PNPM Dempet Andika Wisnu Murti dan Camat Dempet Anang Ruchiyat membagikan keuntungan usaha penggemukan sapi untuk warga miskin, di kantor kecamatan kemarin. (Wahib Pribadi/Jawa Pos Radar Semarang)
BAGI HASIL: Ketua BKAD UPK PNPM Dempet Andika Wisnu Murti dan Camat Dempet Anang Ruchiyat membagikan keuntungan usaha penggemukan sapi untuk warga miskin, di kantor kecamatan kemarin. (Wahib Pribadi/Jawa Pos Radar Semarang)

DEMAK- Terobosan menarik dilakukan Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD) UPK PNPM Dempet. Untuk mengentaskan kemiskinan di wilayah kecamatan tersebut, BKAD menggalakkan usaha penggemukan sapi.

Usaha yang dikelola dari dana sosial senilai Rp 240 juta yang disisihkan dari dana surplus tahun 2012 sebesar Rp 1 miliar lebih tersebut terus bergulir hingga kini. Anggota kelompok penggemukan sapi pun dapat memperoleh keuntungan dari usaha itu.

Ketua BKAD UPK PNPM Dempet, Andika Wisnu Murti mengatakan, penerima manfaat keuntungan dari penjualan sapi tersebut tersebar di 16 desa di wilayah Dempet. Setiap desa ada 2 orang warga dari rumah tangga miskin (RTM) sehingga total ada 32 orang yang menerima keuntungan. “Dana sosial itu bisa untuk membeli rata-rata 18 ekor pertahun. Sapi-sapi itu lalu digemukkan oleh anggota kelompok sampai layak dijual. Setidaknya butuh waktu 6 bulan untuk penggemukan. Penjualan sapi biasanya dilakukan setiap hari raya Idul Adha karena kebutuhan sapi untuk ibadah kurban tinggi,” katanya.

Andika menambahkan, pembagian kentungan itu sudah dijalankan tiga tahun ini sejak 2013. Menurutnya, setiap desa dapat mengantongi keuntungan Rp 1,5 juta. Camat Dempet, Anang Ruchiyat mengungkapkan, pihak pemerintah kecamatan merasa senang karena pengelolaan dana sosial itu dilakukan untuk usaha produktif. “Biasanya dana sosial untuk konsumtif, tapi yang dari BKAD ini untuk usaha produktif,” tandasnya. (hib/zal)