BARUSARI – Pistol revolver berisi lima butir peluru yang ditemukan tergeletak di toilet Mal Paragon, Semarang, diketahui milik anggota unit Sabhara Polsek Genuk, Brigadir Kepala (Bripka) D.

Pihak Polrestabes Semarang, menyatakan bahwa anggota tersebut dinilai lalai dan dipastikan bakal dikenai sanksi berupa pencabutan izin hak pakai senjata api. ”Dia sedang jalan-jalan bersama keluarganya, kemudian mampir ke kamar mandi mengantar anaknya hendak pipis. Namun yang bersangkutan merasa ada yang mengganjal, sehingga senjata api itu dilepas dan ditaruh. Tidak tahunya malah ketinggalan. Dia lalai,” kata Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Burhanudin, kemarin.

Burhanuddin menjelaskan, anggota tersebut akan dikenai sanksi disiplin dan dilakukan sidang internal untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. ”Anggota tersebut juga dikenai sanksi berupa pencabutan izin senjata api,” tandasnya.

Dijelaskannya, senjata api diperbolehkan dipegang kembali setelah melewati serangkaian tes sebagaimana yang dipersyaratkan. Tentu saja hal itu baru bisa dilakukan setelah proses sidang disiplin. Menurutnya, kelalaian tersebut bisa berakibat fatal dan berbahaya. ”Ini menyangkut senjata api. Untungnya senjata api itu ditemukan petugas keamanan dan dilaporkan ke pihak kepolisian,” katanya.

Seperti diketahui, pistol jenis revolver itu ditemukan di bilik kamar nomor tiga kamar mandi yang terletak di lantai satu Mal Paragon pada Sabtu (19/12) sekitar pukul 15.00. Beruntung, pistol yang dilengkapi peluru aktif itu tidak ditemukan oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

Kali pertama, revolver bernomor 630434 itu ditemukan oleh seorang petugas cleaning service di mal tersebut, bernama Gemy Yudha Bernadie, 24, warga Pemalang. Ia sedang melakukan pekerjaannya membersihkan ruangan di kamar mandi atau toilet di mal tersebut. (amu/zal/ce1)