SEMARANG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah merevisi target pembangunan fisik pengembangan Wana Wisata Penggaron atau yang biasa disebut Jateng Park. Dari yang semula ditarget awal 2016, kini mundur pada pertengahan 2016.

”Untuk memulai pembangunan fisik, dibutuhkan dokumen amdal (analisis mengenai dampak lingkungan). Setidaknya butuh waktu enam bulan untuk mendapatkan sertifikatnya. Sehingga Juli baru bisa dimulai,” ungkap Sekretaris Tim Pengembangan Wana Wisata Penggaron Jawa Tengah Peni Rahayu kepada Jawa Pos Radar Semarang, kemarin.

Ia menjelaskan, pengurusan amdal saat ini sedang diajukan Perum Perhutani. Hal ini menyusul disetujuinya master plan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PU dan Pera) tentang pembuatan interchange menggantikan rest area. ”Saat ini tinggal menunggu hitam di atas putihnya,” imbuhnya.

Ditambahkan Peni, pihaknya juga tengah mengupayakan turunnya Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan tentang pemanfaatkan hutan produksi untuk kepentingan wisata alam. Menurutnya, peraturan tersebut telah disetujui dan tinggal menunggu surat keputusannya. ”Pada prinsipnya sudah disetujui. Sebab, Perhutani telah diberi kewenangan dalam pengelolaannya. Artinya Permen (peraturan Menteri) itu hanya legal formal saja,” bebernya.

Ia menambahkan, saat ini juga sedang disusun business plan yang ditargetkan selesai akhir bulan ini. Pasalnya, pada 29 Desember 2015 akan menggelar Focus Group Discussion (FGD) dengan mengundang seluruh stakeholder termasuk para calon investor. ”Sehingga nantinya diketahui mana serius menanamkan investasinya dan mana yang tidak,” terangnya.

Disinggung berapa investor yang telah menyatakan kesediaannya, Peni mengaku baru sekitar 3-4 orang. Satu orang melalui Pemprov Jateng sementara yang lainnya melalui Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang. ”Untuk lebih jelasnya, nanti diketahui pada FGD akhir bulan ini,” tandasnya.

Ia menambahkan, dari tujuh zona yang akan dibangun dalam pengembangan Jateng Park, tidak mensyaratkan satu investor. Akan tetapi dapat dilaksanakan oleh beberapa investor. Sehingga pembangunannya bisa lebih cepat dan mendapatkan hasil yang diharapkan. ”Nantinya akan dilakukan semacam beauty contest,” tukasnya.