”Prof Josh dengan penemuannya itu juga diakui oleh Jepang. Bahkan di usia 34 tahun, masih dengan status WNI, Prof Josh telah menjadi Pegawai Negeri Pemerintah Jepang dengan posisi Associate Professor (permanen) di Center for Environmental Remote Sensing, Chiba University Jepang,” kata Direktur Utama Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (Leprid), Paulus Pangka, SH, yang secara khusus memberikan penghargaan prestasi bidang teknologi berupa trofi dan medali Leprid kepada Prof Josh, baru-baru ini.

Tidak hanya di Jepang, kata Paulus, Prof Josh juga menjadi dosen tamu, reviewer, examiner dan evaluator sejumlah instansi dan universitas di sejumlah negara seperti Prancis, Korea, Tiongkok, Iran, Mongol, Kenya, Bangladesh, Yordan, Mesir dan Indonesia sendiri. ”Prof Josh juga Pendiri Yayasan Pandhito Panji Foundation (PPF). Yayasan ini menaungi Pusat Penelitian Remote Sensing (RSRC), Pusat Penelitian Pendidikan (ERC) dan Pusat Penelitian Seni Rupa (ARC),” bebernya.

Menurut Paulus, penghargaan Leprid dirasa sangat pantas diberikan kepada Prof Josh karena kemampuannya yang telah mengharumkan nama Indonesia di mata dunia. ”Prof Josh merupakan insan Indonesia yang kami cari untuk diberikan penghargaan. Temuan-temuannya membuktikan bahwa Indonesia bukan negara kelas bawah, Indonesia itu luar biasa,” kata Paulus. (aro/ce1)